Tanjab Timur, Jambi (ANTARA) - Sejumlah petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Babat Makmur di Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim) menyulap lahan tidur menjadi sawah produktif sebagai bentuk dukungan menciptakan program ketahanan pangan di wilayah tersebut.
"Lahan ini sebelumnya semak belukar, kita manfaatkan untuk sawah padi, hasilnya lumayan, sekitar lima ton per hektare," kata anggota Kelompok Tani Babat Makmur Muhammad Nasir di Muara Sabak, Selasa.
Nasir menjelaskan, semangat menanam padi di lahan seluas lima hektare (ha), didasari atas keinginan lima orang masyarakat di RT.03 Kelurahan Talang Babat, Kecamatan Muara Sabak Barat.
Sebelumnya, lahan tersebut pernah ditanami padi. Namun, sejak tiga tahun terakhir dibiarkan terbengkalai. Atas dasar itu, mereka mengambil inisiatif mengelola lahan tersebut atas izin pemilik lahan.
Berbekal mesin pengolahan tanah penggembur tanah (kultivator) pinjaman dari Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Kabupaten Tanjung Jabung Timur, ia bersama petani lainnya akhirnya sepakat mengelola lahan tersebut. Selain bantuan alat, pemerintah ikut memberikan bantuan benih padi jenis Inpari 32.
Ia memastikan, tanaman padi tersebut hasilnya cukup bagus, meski panen dilakukan secara manual, diperkirakan per hektare bisa mencapai lima ton.
Lanjut dia, upaya memanfaatkan lahan tidur tersebut tidak hanya bertujuan menghasilkan bahan pangan, tetapi juga menjadi langkah nyata dalam mengoptimalkan potensi lahan sekaligus meningkatkan produktivitas kelompok tani.
"Ini perdana kita panen padi. Ke depan kita akan terus berinovasi untuk ketahanan pangan," tambahnya.
Menurutnya, Kelompok Tani Babat Makmur tidak ingin berhenti pada budidaya padi. Setelah panen, pihaknya juga telah menyiapkan rencana untuk mengembangkan tanaman jagung serta genjer sebagai bagian dari pola tanam beragam (diversifikasi) pertanian.
Tanaman genjer direncanakan akan ditanam di sela-sela tanaman padi sehingga lahan dapat dimanfaatkan secara lebih optimal.
Langkah tersebut dinilai menjadi salah satu bentuk inovasi sederhana namun strategis dalam memperkuat ketahanan pangan.
Dengan memanfaatkan lahan yang sebelumnya terbengkalai, masyarakat tidak hanya dapat menghasilkan bahan pangan, tetapi juga berpotensi memperoleh tambahan pendapatan dari berbagai komoditas pertanian.
Pola diversifikasi tersebut juga diharapkan mampu membuat pemanfaatan lahan menjadi lebih maksimal.
Tidak hanya bergantung pada satu jenis tanaman, kelompok tani dapat mengembangkan sejumlah komoditas sesuai dengan kondisi lahan dan kebutuhan masyarakat.
"Kita akan menanam padi dan jagung, ditambah genjer yang akan ditanam di sela-sela padi," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas TPH Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Sunarno menyampaikan apresiasi atas inisiasi yang dilakukan oleh masyarakat dalam mendukung program ketahanan pangan di daerah.
Ia mengimbau kepada masyarakat yang memiliki inisiatif yang sama, bisa melakukan koordinasi ke dinas TPH, supaya pihaknya bisa memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh masyarakat.
"Kasih tau saja ke kami (TPH), kita akan mendukung, baik itu benih maupun alat sistem pertanian yang dibutuhkan oleh petani," ungkapnya.
Pewarta: Agus SuprayitnoEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.