Jambi (ANTARA) - Laboratorium Pendidikan MIPA Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Jambi (UNJA) mendorong laboratorium transformasi pendidikan melaluipemanfaatan teknologi Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan robotika pendidikan. Hal tersebut diwujudkan melalui workshop bertajuk “Transformasi Laboratorium Pendidikan MIPA Berbasis AI, IoT, dan Educational Robotics Menuju Smart Laboratory Abad 21” yang digelar di Gedung Unifac Lantai 3 UNJA, Selasa (11/8).

Workshop menghadirkan Wawan Kurniawan, S.Si., M.Cs., Ketua Pusat Studi Science, Technology, Engineering, Mathematics (STEM) AI UNJA, dan Yerix Ramadhani, M.Kom., dosen UIN Sulthan Thaha Saifuddin Jambi, sebagai narasumber. Kegiatan ini merupakan agenda tahunan Laboratorium Pendidikan MIPA FKIP UNJA yang bertujuan meningkatkan wawasan dan keterampilan dosen, tenaga kerja, guru, serta mahasiswa dalam memanfaatkan teknologi untuk mendukung pembelajaran dan penelitian.

Acara tersebut juga dihadiri Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKIP UNJA Prof. Dr. Drs. Hendra Sofyan, M.Si., Ketua Jurusan PMIPA Dr.Dra. Evita Anggeraini, M.Si., Kepala Laboratorium PMIPA Dra. Jufrida, M.Si., para kaprodi, dosen, laboran, guru, serta mahasiswa.

Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FKIP UNJA, Prof. Dr. Drs. Hendra Sofyan, M.Si., mengatakan workshop tersebut penting untuk meningkatkan kemampuan sivitas akademika dalam mengikuti perkembangan teknologi yang semakin berkembang di dunia pendidikan.

“Ini merupakan kegiatan tahunan. Kami berharap para pekerja dan dosen dapat meningkatkan pengetahuan tentang hal-hal baru, terutama yang berkaitan dengan AI dan robotik,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Jurusan PMIPA FKIP UNJA, Dr. Dra. Evita Anggeraini, M.Si., mengatakan penerapan AI dan robotik perlu mulai dikenalkan dalam laboratorium pengembangan, baik di perguruan tinggi maupun sekolah.

“Di zaman sekarang AI sangat dibutuhkan. Saya berharap melalui kegiatan ini kita bisa menghasilkan dan mengembangkan laboratorium yang mampu memanfaatkan AI dan robotik, sehingga manfaatnya bisa dirasakan di laboratorium jurusan maupun di sekolah,” katanya.

Ia menambahkan, workshop tidak hanya berisi penyampaian materi, tetapi juga praktik. Peserta bagian dalam kelompok dan didampingi siswa untuk mencoba secara langsung teknologi yang diperkenalkan.

Salah satu materi praktik yang diberikan adalah pemanfaatan Mikro dalam proyek konstruksi sederhana. Wawan Kurniawan menjelaskan, Micro dipilih karena memiliki fitur yang cukup lengkap dan dapat dikembangkan untuk kebutuhan pembelajaran maupun penelitian.

“Kita mencoba melihat bagaimana kardus dapat menjadi sebuah konstruksi yang kemudian dipadukan dengan Micro. Saya memilih Micro karena cukup lengkap dan kompleks untuk digunakan dalam penelitian maupun pembelajaran di sekolah,” jelas Wawan.

Melalui kegiatan ini, Laboratorium Pendidikan MIPA FKIP UNJA diharapkan dapat berkembang tidak hanya sebagai tempat praktikum, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran dan inovasi teknologi. Transformasi tersebut menjadi langkah FKIP UNJA dalam membangun ekosistem laboratorium yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pendidikan abad ke-21.


 



Pewarta: Nanang Mairiadi
Uploader : Ariyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026