Sarolangun (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Sarolangun, Jambi terus bergerak membuka akses komunikasi hingga ke wilayah yang selama ini masih sulit mendapatkan sinyal atau blank spot.
Upaya tersebut ditandai dengan peninjauan langsung Wakil Bupati Sarolangun Gerry Trisatwika, bersama jajaran Telkomsel Provinsi Jambi terhadap lokasi pembangunan menara telekomunikasi di Desa Seko Besar, Kecamatan Pauh, Rabu (12/8).
Bagi Pemkab Sarolangun, kehadiran jaringan telekomunikasi bukan lagi sekadar soal bisa menelepon atau mengirim pesan. Akses internet kini menjadi kebutuhan penting masyarakat untuk belajar, bekerja, mengembangkan usaha, memperoleh informasi hingga mengakses pelayanan pemerintah.
Peninjauan ini merupakan tindak lanjut audiensi Pemkab Sarolangun dengan Telkomsel terkait percepatan penanganan wilayah blank spot.
Dalam kunjungan tersebut turut hadir Kepala Diskominfo Sarolangun H. Waldi Bakri, S.IP., S.Sos., M.M., Manager Mobile Consumer Branch Jambi Erliendra Ramadhan, Manager Network Operations and Productivity Jambi Galih Purnomo Fitrianto, Camat Pauh Ahmad Mawaddah, S.IP., serta Pj. Kepala Desa Seko Besar Fathur Rahman.
Komitmen memperluas konektivitas digital di Sarolangun mulai menunjukkan hasil. Melalui sinergi Pemkab Sarolangun dan Telkomsel, delapan menara/site telekomunikasi telah dibangun di sejumlah wilayah yang sebelumnya mengalami keterbatasan jaringan.
Wakil Bupati Gerry mengapresiasi dukungan Telkomsel dan menegaskan bahwa penanganan blank spot merupakan bagian dari pemerataan pembangunan.
“Pemerataan jaringan telekomunikasi merupakan bagian dari pemerataan pembangunan. Masyarakat di desa juga harus mendapatkan akses komunikasi dan informasi yang memadai,” ujar Gerry.
Menurutnya, jangan sampai kondisi geografis membuat masyarakat desa kehilangan kesempatan untuk berkembang di tengah pesatnya transformasi digital.
Pembangunan menara telekomunikasi di Desa Seko Besar mendapat sambutan positif dari pemerintah desa dan masyarakat.
Kehadiran menara tersebut diharapkan segera mengatasi persoalan keterbatasan sinyal sekaligus membuka peluang baru bagi masyarakat dalam memanfaatkan teknologi digital.
Dengan jaringan yang semakin kuat, masyarakat dapat lebih mudah mengakses informasi, mengikuti perkembangan pendidikan, berkomunikasi, memasarkan produk usaha, hingga mendapatkan pelayanan publik secara daring.
Pemkab Sarolangun pun memastikan kolaborasi dengan Telkomsel akan terus didorong agar cakupan jaringan semakin luas dan tidak ada lagi wilayah yang tertinggal dalam konektivitas digital.
Dari desa hingga pusat kota, Sarolangun terus mengejar satu tujuan: tidak ada masyarakat yang tertinggal karena keterbatasan jaringan.
Pewarta: Rls-Bambang IrawanEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.