Kota Jambi (ANTARA) - Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Provinsi Jambi tengah mengusulkan perubahan tarif masuk museum pascarevitalisasi yang digagas oleh Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) Republik Indonesia.
"Tarif masuk sedang kita usulkan, karena biaya yang sekarang terlalu murah jadi perlu diubah," kata Kepala Disbudpar Provinsi Jambi Imron Rosiadi di Kota Jambi, Rabu.
Menurut dia, program revitalisasi sudah masuk dalam program Kemenbud, pemerintah provinsi tinggal menunggu rencana itu.
Terdapat dua museum yang bakal direvitalisasi meliputi Museum Negeri Siginjei dan Museum Perjuangan Rakyat Jambi.
Nantinya, tata pamer dua museum akan diubah supaya lebih memikat untuk dikunjungi oleh pelajar dan wisatawan yang berkunjung.
Lebih lanjut ia mengatakan sembari menunggu program revitalisasi, pihaknya tengah menyusun perubahan tarif masuk ke museum. Mengingat tarif yang diberlakukan saat ini dinilai terlalu kecil.
"Kita akan coba naikkan Rp5 ribu ke atas, sekarang hanya Rp3 ribu, terlalu kecil itu. Kita akan ubah untuk pendapatan asli daerah," ujar dia.
Imron merinci jumlah kunjungan ke museum masih di bawah seratus ribu pengunjung, angka itu masih tergolong rendah. Setelah revitalisasi tuntas, ia meyakini jumlah kunjungan dipastikan meningkat.
Dari data yang masuk, kunjungan ke museum selama 2025 baru menyentuh angka 54.978 kunjungan. Rinciannya kunjungan ke Museum Negeri Siginjei mencapai 36.147 orang, lalu Museum Perjuangan Rakyat Jambi 15.887 orang dan 2.944 orang ke Museum Gentala Arasy.
"Hampir 20 tahun museum kita belum direvitalisasi, mudah-mudahan tahun ini bisa direalisasikan untuk mendukung keberadaan Museum Sriwijaya Dharmakirti yang baru diresmikan oleh Menbud," katanya.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat kunjungan ke Jambi Juli lalu mengatakan tahun 2026 ini kementeriannya akan merevitalisasi hampir 200 museum dan cagar budaya di Indonesia. Revitalisasi itu akan menyasar museum yang ada di provinsi, termasuk di Jambi.
"Kita akan benahi tata pamernya, saya lihat banyak museum di provinsi artefaknya bagus tapi tata letaknya kurang pas," kata Fadli Zon.
Pewarta: Agus SuprayitnoEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.