Kota Jambi (ANTARA) - Pemerintah pusat memberikan bantuan pembangunan 500 titik sumur bor, serta helikopter water bombing dan sepeda motor untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), di Provinsi Jambi.
Kepastian itu disampaikan oleh Ketua DPRD Provinsi Jambi Muhammad Hafiz usai mengikuti rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto dan jajaran Kabinet Merah Putih secara virtual pada Senin.
"Kamimendapatkan suport lagi, pesawat water bombing dari pusat, sejumlah kendaraan roda dua (motor trail), dan program pembuatan sumur bor di titik-titik yang jauh dari jangkauan air," ungkap Hafiz.
Guna menjangkau api yang jauh dari sumber air permukaan, kata dia, pemerintah pusat memastikan pembangunan 500 titik sumur dalam/bor. Fasilitas itu dirancang sebagai sumber air permanen untuk penanganan karhutla saat ini maupun musim kemarau mendatang.
Selain itu, lanjutnya, pemerintah pusat telah memberikan jaminan tambahan bantuan satu helikopter water bombing.
Dengan tambahan itu, kata dia, saat ini Jambi resmi mengoperasikan empat helikopter water bombing untuk membantu pemadaman api di sejumlah titik.
Ia menambahkan dalam rapat terbatas itu Presiden Prabowo memastikan akan mengirim bantuan sepeda motor untuk menambah mobilitas tim satuan tugas darat, untuk menembus area pemadaman yang sulit dijangkau kendaraan roda empat.
"Jadi nanti akan dibikinkan sumur air dalam, jadi ke depan kita sudah memiliki sumber-sumber air dekat dari titik api," ungkapnya.
Gubernur Jambi Al Haris menambahkan menyikapi menurunnya kualitas udara di Jambi, pihaknya telah mengeluarkan Surat Edaran (SE) Gubernur Jambi Nomor 1835/SE/DLH-3/2026 tentang Antisipasi dan Penanganan Dampak Memburuknya Kualitas Udara di Provinsi Jambi.
Dalam surat edaran tersebut pemerintah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pemantauan kualitas udara secara berkala.
Masyarakat juga diarahkan mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kondisi udara berada pada kategori tidak sehat.
"Hari ini sudah kami putuskan TK dan PAUD di Kota Jambi diliburkan, malam nanti kita lihat lagi (kondisinya) karena Muaro Jambi sebagian ada yang parah titiknya. Rabu (25/8) akan kita tentukan langkah, apakah kita liburkan semua atau berbeda daerah beda perlakukan," jelas Gubernur Al Haris.
Pewarta: Agus SuprayitnoEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.