Tanjab Timur, Jambi (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Narkotika Muara Sabak, Provinsi Jambi mengekspor perdana arang dari tempurung kelapa program pembinaan warga binaan tujuan Asia raya meliputi India, Bangladesh, Arab Saudi, dan China.

"Hari ini kita melepas arang tempurung hasil pengolahan yang dilakukan warga binaan dan petugas lapas," kata Kasubsi Kegiatan Kerja Lapas Narkotika Muara Sabak Hendra Turnip, di Muara Sabak, Senin.

Ia menjelaskan, melalui program perdana ini pihaknya berhasil menjual 6,8 ton arang tempurung hasil produksi yang dikerjakan oleh sembilan orang warga binaan di lembaga tersebut.

Proses pengiriman arang sepenuhnya melibatkan perusahaan atau pihak ke tiga. Arang yang dihasilkan, seluruhnya dibeli oleh perusahaan penampung asal Jakarta sebelum dikirim ke negara tujuan.

"Arang ini dijemput, nanti di awa ke Jakarta sebelum dikirim ke luar negeri," ujarnya pula.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIB Muara Sabak Muhammad Askari Utomo menyampaikan, ide pembuatan arang tempurung ini berawal dari potensi sumber daya alam lokal di sektor perkebunan kelapa yang melimpah.

Melihat peluang itu, pihaknya mencoba mengembangkan produk turunan, seperti pemanfaatan batok kelapa menjadi arang.

Menurut Askari, semua bahan baku dikirim oleh keluarga warga binaan, pihak lapas hanya bertugas membakar dan membuka pasar.

Berdasarkan harga pasar, setiap kilogram arang tempurung saat ini dihargai sebesar Rp11 ribu oleh perusahaan penampung.

Nantinya, keuntungan dari penjualan akan dikembalikan sepenuhnya untuk keluarga warga binaan, setelah dipotong biaya produksi, premi untuk pekerja, dan setoran berupa penerimaan negara bukan pajak (PNBP).

"Keuntungan kita kembalikan ke keluarga warga binaan, jasa produksi, sebagian untuk PNBP. Jadi kegiatan ini sepenuhnya untuk kesejahteraan keluarga warga binaan," katanya lagi.



Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026