Kota Jambi (ANTARA) - Perumda Tirta Mayang menghentikan sementara distribusi air bersih kepada pelanggan di Jambi, Rabu, mulai pukul 12.00 WIB guna pencegahan, setelah terdeteksi dugaan adanya genangan minyak atau solar di area Intake Sejinjang.

Direktur Utama Perumda Tirta Mayang Kota Jambi Arianto mengatakan penghentian sementara distribusi dilakukan untuk menjaga keamanan dan kualitas air yang diproduksi sebelum didistribusikan kepada masyarakat.

"Penghentian sementara ini merupakan langkah kehati-hatian untuk memastikan air yang diproduksi dan didistribusikan kepada masyarakat tetap memenuhi persyaratan keamanan dan kualitas," katanya.

Pihaknya menghentikan sementara operasional Instalasi Pengolahan Air (IPA) Tanjung Sari, karena dugaan genangan minyak atau solar tersebut berpotensi masuk ke jalur penyadapan air baku.

Penghentian pengaliran diperkirakan berlangsung sekitar enam jam dan gangguan pelayanan itu berdampak pada sebagian wilayah Kecamatan Jambi Selatan, Paal Merah, dan Jambi Timur.

Wilayah yang terdampak terjadi di Kecamatan Jambi Selatan, meliputi wilayah sebagian Kelurahan Pasir Putih, The Hok, Pakuan Baru, Wijaya Pura, dan Tambak Sari.

Sedangkan Kecamatan Paal Merah meliputi wilayah sebagian Kelurahan Talang Bakung, Bakung Jaya, Eka Jaya, dan Payo Selincah.

Sementara Kecamatan Jambi Timur meliputi wilayah sebagian Kelurahan Budiman, Kasang, Kasang Jaya, Rajawali, Sulanjana, Talang Banjar, Tanjung Pinang dan Tanjung Sari.

Perumda Tirta Mayang juga melakukan pengecekan dan pemantauan kondisi air baku saat ini bersama Pertamina, Dinas Lingkungan Hidup Kota Jambi, Damkartan Kota Jambi, Satpol PP Kota Jambi dan Camat Jambi Timur.

"Kami memohon maaf kepada pelanggan atas gangguan pelayanan ini," kata dia.

Arianto mengatakan pengaliran air akan dinormalisasi secara bertahap setelah hasil pemeriksaan memastikan kondisi air baku aman dan memenuhi persyaratan untuk kembali diolah serta didistribusikan kepada pelanggan.



Pewarta: Agus Suprayitno/Melli Andani
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026