Kota Jambi (ANTARA) - Dinas Kesehatan Kota Jambi mencatat sebanyak 3.437 kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) selama periode kabut asap yang terjadi sejak 24 Agustus hingga 3 September.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kota Jambi Rini Kartika Handajani di Jambi, Rabu, mengatakan paparan kabut asap dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan, terutama pada kelompok masyarakat yang rentan.

Menurut dia, kelompok berisiko itu balita, lansia, atau orang yang memiliki penyakit saluran pernapasan.

"Anak termasuk kelompok yang perlu mendapat perhatian khusus karena lebih rentan terhadap dampak buruk kabut asap," katanya.

Rini mengatakan kegiatan belajar secara daring dapat menjadi alternatif apabila kondisi udara tidak memungkinkan untuk beraktivitas di luar ruangan.

Ia mengimbau masyarakat mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kabut asap masih menyelimuti wilayah kota setempat.

Masyarakat juga disarankan menghindari kegiatan olahraga di ruang terbuka dan memilih aktivitas di dalam ruangan.

Dia mengatakan masyarakat yang terpaksa beraktivitas di luar rumah perlu menggunakan masker untuk mengurangi paparan partikel dari kabut asap.

Masyarakat juga diminta mewaspadai berbagai gangguan kesehatan yang dapat muncul selama kabut asap, seperti diare akut.

Dinkes Kota Jambi memastikan fasilitas pelayanan kesehatan siap memberikan penanganan kepada masyarakat yang mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap.

Puskesmas telah menyiapkan obat-obatan, kata dia, sedangkan rumah sakit juga telah menyiapkan fasilitas rawat inap.

"Kami masih tangani rawat jalan untuk saat ini," kata Rini.

Sementara Wali Kota Jambi Maulana mengatakan puskesmas dan rumah sakit tetap siaga, termasuk menyediakan oksigen bagi masyarakat yang membutuhkan, jika ada yang asma berat dan terdampak akibat asap, silahkan datang ke Unit Gawat Darurat (UGD).



Pewarta: Agus Suprayitno/Melli Andani
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026