Kota Jambi (ANTARA) - Ratusan umat Kristiani dari Badan Musyawarah Antar Gereja (Bamag) dan Lembaga Keagamaan Kristen Indonesia (LKKI) Provinsi Jambi menggelar doa bersama memohon turun hujan di tengah kondisi kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda wilayah tersebut.

"Kegiatan ini sesuai arahan gubernur beberapa waktu lalu, meminta pengurus gereja ikut berdoa agar Jambi segera turun hujan," kata penasihat BPW Bamag LKKI Jambi Bahari Panjaitan di halaman Kantor Gubernur Jambi, Rabu.

Menurut dia, kebakaran lahan yang terjadi dalam satu bulan terakhir sangat berdampak bagi kehidupan sosial dan perekonomian Jambi.

Untuk itu, melalui doa bersama ini diharapkan Jambi segera diguyur hujan, agar aktivitas sosial bisa kembali normal seperti sediakala.

Selain memanjatkan doa bersama, kegiatan ini juga diisi dengan pembagian masker untuk masyarakat pengguna jalan yang ada di Kota Jambi.

Pembimbing Masyarakat Kanwil Kemenag Provinsi Jambi Roberson Pakpahan di tempat yang sama mengatakan, doa bersama ini merupakan bentuk usaha umat Kristiani di Jambi agar kebakaran lahan bisa segera teratasi.

Menurut dia, doa ini merupakan bagian dari usaha umat Kristiani meminta belas kasih kepada sang pencipta, agar tuhan memberikan kemurahan dengan mendatangkan hujan.

"Kita butuh belas kasihan untuk Bumi Sepucuk Jambi Sembilan Lurah, mari kita satukan dalam doa," singkatnya.

Asisten I Setda Provinsi Jambi Arief Munandar di tempat yang sama menyampaikan bahwa kondisi yang dihadapi oleh masyarakat saat ini tidak mudah.

Kemarau panjang telah memberikan dampak nyata kepada masyarakat, kondisi tersebut meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Karena itu, doa bersama yang dipanjatkan oleh umat Kristiani sore ini menurut dia menjadi bagian penting melalui usaha memohon kepada tuhan agar kemarau panjang segera berakhir. Sehingga diharapkan masyarakat bisa segera mendapat udara yang bersih dan sehat.

"Pemerintah provinsi akan terus melakukan pencegahan dan penanganan karhutla, upaya pemerintah tidak akan cukup tanpa dukungan masyarakat," ungkapnya.



Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026