Banjarbaru (ANTARA) - Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka mengingatkan perlindungan kelompok rentan terhadap kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang saat ini masih melanda sejumlah provinsi di Kalimantan.

"Dari laporan terbaru kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) meningkat, maka ini perlu menjadi perhatian," kata Wapres di Banjarbaru, Kamis.

Wapres meminta layanan kesehatan bisa dioptimalkan mulai puskesmas hingga rumah sakit mengantisipasi peningkatan pasien ISPA.

Kelompok rentan seperti bayi dan balita, anak-anak, ibu hamil, lanjut usia dan penyandang disabilitas harus diprioritaskan terlayani dengan baik.

"Kalau perlu lakukan kunjungan langsung dari rumah ke rumah di wilayah terdampak kabut asap parah," tegasnya.

Di sisi lain, Gibran juga menaruh perhatian terhadap petugas dan relawan yang berjibaku di lapangan memadamkan lahan terbakar.

Menurut dia, jangan sampai petugas di garis depan ini lengah hingga mengabaikan kesehatannya saat bertugas.

"Paparan kabut asap sangat berbahaya, pastikan penggunaan masker standar kesehatan dan alat pelindung diri lainnya," ujarnya.

Wapres pun meminta petugas kesehatan secara rutin melakukan kunjungan lapangan ke posko-posko penanggulangan karhutla untuk memeriksa kondisi kesehatan petugas termasuk relawan masyarakat.

"Negara harus hadir untuk mereka yang berjuang di lapangan," tambahnya.

Wapres meninjau penanggulangan karhutla di area ring 1 Bandara Internasional Syamsudin Noor di Banjarbaru yang banyak terdapat titik api yang hingga kini masih berusaha dikendalikan.

Baca juga: Wapres minta maaf kondisi udara Kalimantan belum pulih

Baca juga: Wapres tinjau karhutla di Kalimantan, pastikan penanganan optimal

Baca juga: Kalbar perpanjang status darurat asap hingga 20 September



Pewarta: Firman
Uploader : Ariyadi

COPYRIGHT © ANTARA 2026