Kota Jambi (ANTARA) - Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani mengatakan RRI memiliki kemampuan untuk memperkenalkan potensi daerah serta menjaga identitas budaya kepada masyarakat luas di tengah derasnya pengaruh global.

"Dalam kerangka menjaga identitas budaya harapannya ya lewat RRI ini, mampu memberikan pencerahan terhadap nusa dan bangsa, tidak hanya budaya, tapi semuanya," kata Wagub Jambi usai menghadiri penyulutan obor Tri Prasetya HUT ke-81 RRI di Kota Jambi, Jumat.

Abdullah Sani menyampaikan, dalam perjalanan sejarah Indonesia, radio memiliki peran sangat penting.

Ketika akses masyarakat terhadap informasi masih terbatas, radio menjadi jembatan yang menghubungkan berbagai wilayah dan lapisan masyarakat.

Suara yang disampaikan melalui radio mampu menembus batas geografis, menjangkau masyarakat hingga ke pelosok, dan menghadirkan informasi yang menjadi kebutuhan publik.

Menurutnya, hari ini, tantangannya memang telah berubah karena berada dalam era digital, ketika informasi dapat beredar dalam hitungan detik dan masyarakat memiliki begitu
banyak pilihan sumber informasi.

Bagi Pemerintah Provinsi Jambi, RRI merupakan mitra penting dalam membangun komunikasi yang sehat dengan masyarakat.

RRI juga dianggap dapat menjadi jembatan yang mempertemukan pemerintah dan masyarakat dalam ruang dialog yang konstruktif.

Untuk itu, Pemerintah Provinsi Jambi akan terus mendukung dan memperkuat kolaborasi dengan RRI serta seluruh pemangku kepentingan dalam membangun ekosistem informasi yang sehat, terbuka, dan bertanggung jawab.

"Kita ingin media menjadi bagian dari solusi, menjadi ruang untuk mempertemukan perbedaan, mari kita jadikan obor yang dinyalakan hari ini sebagai simbol bahwa cahaya informasi, persatuan, kebudayaan, dan pengabdian harus terus menyala," ungkapnya.

Kepala Stasiun (Kepsta) LPP RRI Jambi Dadan Sutaryana menambahkan melalui momentum HUT ke-81 ini dirinya menegaskan akan terus memberikan pelayanan informasi dan edukasi terbaik bagi masyarakat.

Dadan menambahkan bahwa informasi yang disampaikan oleh RRI bukanlah informasi sembarangan atau sekadar mengejar tren, melainkan sajian berita yang dapat dipertanggungjawabkan serta memegang teguh norma penyiaran.

Selain itu, untuk mengikuti perkembangan zaman, pihaknya telah lama melakukan langkah transformasi digital. Saat ini, layanan RRI tidak lagi terbatas pada frekuensi radio konvensional, melainkan sudah hadir langsung di genggaman masyarakat melalui aplikasi RRI digital.

"Suara Indonesia berdaulat, adil dan makmur 81 tahun RRI ini kami berharap bisa memberikan yang terbaik, melayani publik. Memberikan edukasi, hiburan, dan informasi yang betul-betul bisa dipertanggungjawabkan," jelasnya.



Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026