Kota Jambi (ANTARA) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi menyiapkan langkah intervensi guna menekan kenaikan harga komoditas pangan, salah satunya dengan memberikan kemudahan akses bahan bakar minyak (BBM) bagi armada pengangkut pangan serta rencana subsidi ongkos angkut.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Johansyah di Jambi, Senin mengatakan berdasarkan pantauan tim panel harga Dinas Ketahanan Pangan bersama Badan Pangan Nasional (Bapanas) selama dua minggu terakhir, terjadi kenaikan harga komoditas daging ayam ras dan cabai rawit merah (cabai setan) di hampir seluruh kabupaten/kota di Provinsi Jambi.

"Terkait antrean BBM, kami sudah berkoordinasi dengan Pertamina. Pemprov Jambi melalui Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) dan Dinas Perhubungan akan memberikan surat rekomendasi khusus bagi kendaraan pengangkut komoditas pangan agar mendapat prioritas dan tidak perlu mengantre panjang di SPBU," kata dia.

Selain kemudahan BBM, Johansyah mengungkapkan bahwa Bank Indonesia (BI) memberikan respons untuk membantu memberikan subsidi ongkos angkut bagi perusahaan maupun peternak mandiri yang mendistribusikan daging ayam ke pasar tradisional di Jambi.

Lanjut dia, saat ini Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Peternakan (TPHP) Provinsi Jambi tengah melakukan pendataan jumlah peternak mandiri maupun perusahaan peternakan yang membutuhkan subsidi tersebut.

Tujuannya, agar harga di tingkat konsumen kembali stabil melalui skema kemudahan mendapatkan BBM.

Dirinya menjelaskan berdasarkan pencatatan TPID, lonjakan harga daging ayam dipicu oleh dua faktor utama. Pertama, kenaikan harga pakan jagung di tingkat peternak.

Selama ini intervensi pakan jagung melalui stabilisasi pasokan harga pangan (SPHP) dari Bulog baru menyasar peternak ayam petelur, sementara untuk peternak ayam pedaging belum ada skema kebijakan SPHP pakan.

Penyebab kedua kenaikan harga itu adalah hambatan distribusi akibat antrean BBM yang panjang di SPBU.

Hal ini mengganggu kelancaran pasokan ke pasar tradisional sehingga memicu kenaikan harga akibat hukum pasokan dan permintaan.

"Dari pencatatan, daging ayam ras HET nya Rp40.000 per kilogram, saat ini naik berkisar antara Rp42.000 hingga Rp44.000 per kilogram di sebagian besar kabupaten. Hanya Kota Jambi yang masih relatif stabil di angka Rp39.500 per kilogram," jelasnya.



Pewarta: Agus Suprayitno
Editor : Siri Antoni

COPYRIGHT © ANTARA 2026