Kota Jambi (ANTARA) - Balai Bahasa Provinsi Jambi mendorong Uji Kemahiran Berbahasa Indonesia (UKBI) menjadi salah satu tolok ukur kemampuan masyarakat dalam menggunakan bahasa Indonesia secara baik dan benar.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Jambi Muhammad Zaki di Jambi, Jumat, mengatakan UKBI tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pengujian, tetapi juga menjadi sarana untuk mengetahui tingkat kemahiran berbahasa Indonesia secara terukur.
"UKBI bukan sekadar tes, melainkan instrumen strategis untuk memastikan pelajar, guru, ASN pemerintah maupun swasta memiliki standar kemahiran bahasa Indonesia yang jelas, terukur, dan diakui secara nasional," katanya.
Ia mengatakan pelaksanaan UKBI yang dilakukan Balai Bahasa di sejumlah tempat selama ini menunjukkan hasil yang positif, namun pemanfaatan UKBI sebagai alat ukur kemahiran berbahasa masih belum merata pada seluruh kelompok masyarakat.
Menurut dia, pelaksanaan UKBI saat ini masih banyak menyasar kalangan pelajar, keterlibatan guru, dosen, aparatur sipil negara (ASN), pekerja sektor swasta, dan masyarakat umum masih perlu diperluas.
Zaki berharap lembaga pendidikan dan instansi dapat mendorong lebih banyak peserta mengikuti UKBI sehingga kemampuan berbahasa Indonesia dapat diketahui berdasarkan standar yang jelas.
UKBI juga dapat dikembangkan menjadi salah satu bentuk pencapaian akademik bagi pelajar.
Sertifikat hasil UKBI, kata dia, dapat menjadi sertifikat pendamping kelulusan yang menunjukkan kemampuan berbahasa Indonesia seseorang.
Pihaknya dengan perluasan akses dan sasaran peserta berharap UKBI dapat menjadi bagian dari upaya peningkatan mutu penggunaan bahasa Indonesia di lingkungan pendidikan, pemerintahan, dunia kerja, dan masyarakat.
Zaki juga berharap pemerintah daerah dan komunitas literasi dapat bersinergi dalam gerakan bahasa, sehingga generasi muda melihat bahasa Indonesia sebagai perekat nasional, sementara bahasa daerah tetap menjadi warna kebudayaan yang memperkaya jati diri mereka.
Pewarta: Agus Suprayitno/Melli AndaniEditor : Siri Antoni
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.