Jambi (ANTARA) - Wakil Menteri Agama Republik Indonesia Dr. KH. Romo R. Muhammad Syafii memberikan pembinaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) UIN Sulthan Thaha Saifuddin (STS) Jambi guna mendorong menjadi kampus kajian akademik keislaman.
Pembinaan yang digelar Rabu di Amphiteater Lantai 4 Gedung Rektorat UIN STS Jambi dihadiri Wakil Gubernur Jambi Abdullah Sani, Staf Ahli Menteri Agama Bidang Hubungan Kelembagaan Keagamaan Prof. Dr. H. Iswandi Syahputra, Rektor UIN STS Jambi Prof. Dr. H. Kasful Anwar, serta jajaran pimpinan universitas.
Wamenag mengapresiasi berbagai perkembangan dan capaian yang telah diraih UIN STS Jambi dan menurutnya, kemajuan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) harus berjalan seiring dengan penguatan nilai keislaman dan kontribusi kepada masyarakat.
"Saya sangat gembira atas prestasi dan pencapaian UIN STS Jambi dari berbagai sisinya," ujar Muhammad Syafii.
Dia mengingatkan pentingnya menjaga identitas keagamaan dalam proses transformasi perguruan tinggi. Menurutnya, transformasi kelembagaan tidak boleh menghilangkan karakter keislaman yang menjadi ciri khas PTKIN.
"Islam itu inklusif, bukan eksklusif," tegasnya.
Wamenag juga menekankan pentingnya keterpaduan ilmu pengetahuan dan agama dalam membangun peradaban. Kedua bidang tersebut memiliki peran yang saling melengkapi dalam kehidupan masyarakat.
"Dengan amal ibadah bahagia, dan dengan ilmu juga bahagia," ujarnya.
Lebih lanjut, Wamenag menyampaikan keberagamaan harus memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"Beragama berdampak, tidak hanya beragama tetapi juga harus berdampak untuk masyarakat," katanya.
Wamenag mendorong PTKIN memperkuat perannya dalam merespons berbagai persoalan sosial. Perguruan tinggi, menurutnya, tidak hanya berfungsi sebagai lembaga pendidikan, tetapi juga sebagai pusat kajian, riset, inovasi, dan pengembangan gagasan.
Hasil kajian tersebut diharapkan dapat memberikan kontribusi bagi penyusunan kebijakan pemerintah. Naskah akademik dan hasil penelitian perguruan tinggi dapat menjadi bahan pertimbangan kebijakan.
"UIN didorong menghasilkan kajian yang dapat dipertanggungjawabkan secara akademik dan keagamaan," ujarnya.
Perguruan tinggi juga didorong menghasilkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk memperhatikan aspek perlindungan hak kekayaan intelektual.
Sementara itu, Staf Ahli Menteri Agama Bidang Hubungan Kelembagaan Keagamaan Prof. Iswandi Syahputra turut memberikan materi terkait isu LGBTQ di lingkungan PTKIN.
Ia menekankan pentingnya pendekatan edukatif dalam menyikapi persoalan sosial yang berkembang, dengan pendekatan akademik dan keagamaan untuk membangun pemahaman yang lebih komprehensif.
"Yang kita cegah itu penyebaran budaya, bukan pencegahan orang atau orientasi seksualnya," ujar Iswandi.
Menurutnya, pendekatan tersebut diarahkan pada edukasi dan penguatan pemahaman di lingkungan perguruan tinggi. PTKIN juga didorong memperkuat riset mengenai persoalan sosial kontemporer sebagai dasar penyusunan kebijakan pendidikan berbasis pengetahuan.
Sementara itu Rektor UIN STS Jambi Prof. Kasful Anwar menyampaikan sejumlah capaian universitas, mencakup predikat Unggul, perkembangan jumlah mahasiswa, penguatan jurnal ilmiah, dan prestasi mahasiswa.
Kegiatan dilanjutkan dengan dialog bersama peserta sebagai ruang pembahasan berbagai persoalan yang dihadapi perguruan tinggi.
Melalui pembinaan tersebut, UIN STS Jambi diharapkan terus memperkuat kapasitas ASN dan mampu merespons dinamika sosial melalui pendekatan akademik, edukatif, dan keagamaan.
Pewarta: RilisEditor : Nanang Mairiadi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.