Semangat belajar anak transmigran desa terpencil Kerinci
- 4 Agustus 2026 11:37
Siswa kelas 5 dan 6 yang merupakan anak-anak transmigran menyimak pemaparan guru saat kegiatan belajar mengajar di satu ruangan yang sama di SDN 44/III Sungai Bermas, Kerinci, Jambi, Senin (3/8/2026). Sekolah negeri yang dibangun untuk meningkatkan layanan pendidikan anak-anak transmigran di desa terpencil di ketinggian 1.300 mdpl tersebut saat ini memiliki total 12 siswa dengan 10 tenaga pengajar dan sarana prasarana pendidikan yang cukup memadai. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/agr
Guru mengajari siswi kelas 4 yang merupakan anak-anak transmigran di SDN 44/III Sungai Bermas, Kerinci, Jambi, Senin (3/8/2026). Sekolah negeri yang dibangun untuk meningkatkan layanan pendidikan anak-anak transmigran di desa terpencil di ketinggian 1.300 mdpl tersebut saat ini memiliki total 12 siswa dengan 10 tenaga pengajar dan sarana prasarana pendidikan yang cukup memadai. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/agr
Guru merapikan topi siswa kelas 1 yang merupakan anak-anak transmigran saat kegiatan belajar mengajar di SDN 44/III Sungai Bermas, Kerinci, Jambi, Senin (3/8/2026). Sekolah negeri yang dibangun untuk meningkatkan layanan pendidikan anak-anak transmigran di desa terpencil di ketinggian 1.300 mdpl tersebut saat ini memiliki total 12 siswa dengan 10 tenaga pengajar dan sarana prasarana pendidikan yang cukup memadai. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/agr
Siswa kelas 3 dan 4 yang merupakan anak-anak transmigran melihat peta dunia saat mengikuti kegiatan belajar mengajar di SDN 44/III Sungai Bermas, Kerinci, Jambi, Senin (3/8/2026). Sekolah negeri yang dibangun untuk meningkatkan layanan pendidikan anak-anak transmigran di desa terpencil di ketinggian 1.300 mdpl tersebut saat ini memiliki total 12 siswa dengan 10 tenaga pengajar dan sarana prasarana pendidikan yang cukup memadai. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/agr
Siswa kelas 1 yang merupakan anak-anak transmigran berjalan pulang usai mengikuti kegiatan belajar mengajar di SDN 44/III Sungai Bermas, Kerinci, Jambi, Senin (3/8/2026). Sekolah negeri yang dibangun untuk meningkatkan layanan pendidikan anak-anak transmigran di desa terpencil di ketinggian 1.300 mdpl tersebut saat ini memiliki total 12 siswa dengan 10 tenaga pengajar dan sarana prasarana pendidikan yang cukup memadai. ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/agr ​​​​​​​