Ratusan warga shalat Idul Adha di KBRI Kuala Lumpur

Ratusan warga shalat Idul Adha di KBRI Kuala Lumpur

Pelaksanaan Shalat Idul Adha di Aula Hasanuddin KBRI Kuala Lumpur, Minggu (11/8/2019). (ANTARA/Agus Setiawan)

Kuala Lumpur (ANTARA) - Ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) maupun dari negara lain melaksanakan sholat Idul Adha 1440 Hijriah di Aula Hasanuddin Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Jalan Tun Razak, Kuala Lumpur, Minggu. 

Shalat Idul Adha dimulai tepat pukul 08.00 waktu Kuala Lumpur dengan imam dan khotib Ustadz Abdullah Mutaqqin Romadhan Lc.

Wakil Duta Besar KBRI Kuala Lumpur Krishna KU Hannan dalam sambutannya mengajak para jamaah shalat Idul Adha bersyukur atas karunia-Nya karena bisa menjalankan ibadah bersama-sama keluarga dan masyarakat .

"Terima kasih kepada Rohis (Kerohanian Islam, red) dan Dharma Wanita Persatuan KBRI Kuala Lumpur yang telah mengupayakan pelaksanaan shalat Idul Adha," katanya.

Krishna mengharapkan agar ibadah kurban dapat meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT.

"Terdapat banyak hikmah ibadah kurban kalau dijabarkan memiliki dimensi vertikal dan dimensi horizontal. Dimensi vertikal meningkatkan takwa dan menyucikan diri dan horizontal meningkatkan kasih sayang sesama," katanya.

Ustadz Abdullah Mutaqin Ramadhan Lc dalam khutbahnya mengatakan Idul Adha merupakan hari yang sangat mulia dan penuh sejarah bagi umat Islam selain Idul Fitri.

Abdullah kemudian menceritakan kisah Nabi Ibrahim bersama istrinya Siti Hajar dan anaknya Ismail yang melatarbelakangi peristiwa Idul Adha.

Nabi Ibrahim yang dikaruniai Ismail pada usia 86 tahun kemudian mendapat ujian berupa mimpi untuk menyembelih anaknya tersebut yang belum genap berusia 10 tahun.

Saat mimpi itu ia sampaikan, Ismail justru meminta agar Ayahnya, Nabi Ibrahim AS, dapat segera  menjalankan perintah Allah tersebut. Dan Nabi Ibrahim akan menemukan dirinya sebagai orang yang sabar, ujar Abdullah.  

"Godaan setan tidak menggoyahkan perintah Allah. Allah kemudian menggantikan Nabi Ismail dengan seekor domba melalui Malaikat Jibril," katanya.

Hikmah dari peristiwa tersebut, ujar dia, agar umat tidak pelit untuk berkurban bagi yang mampu sebagai sunah muakat, bersedekah kepada orang yang membutuhkan dan wujud syukur kepada Allah SWT.

Usai shalat Idul Adha dilanjutkan dengan ramah tamah dan para jamaah mendapatkan nasi kotak berdasarkan kupon yang sudah dibagikan saat masuk ke gedung KBRI Kuala Lumpur.

Baca juga: Haedar Nasir minta para elit politik "berkurban" untuk masyarakat

Baca juga: Menkominfo apresiasi khotbah Shalat Id Masjid Agung Sunda Kelapa


 
Pewarta : Agus Setiawan
Editor: Virna P Setyorini
COPYRIGHT © ANTARA 2019