Dompet dhuafa kampanyekan "zero waste kurban"

Dompet dhuafa kampanyekan

Suasana pembangian daging kurban dengan menggunakan besek, wadah yang ramah lingkungan yang digagas Dompet Dhuafa di Sulsel, kegiatan ini sebagai upaya penyelamatan lingkungan dalam mengisi kemerdekaan. (ANTARA Foto/HO/Humas DD)

Makassar (ANTARA) - Menjelang HUT ke-74 Kemerdekaan RI Dompet Dhuafa mengampanyekan "zero waste kurban" sebagai bentuk penyelamatan lingkungan dalam mengisi kemerdekaan.

"Program ini adalah peduli limbah plastik dengan menebar daging hewan kurban di Sulsel dengan menggunakan 90 persen Bahan Ramah Lingkungan (BRL)," kata Supervisor Fundraising dan komunikasi Dompet Dhuafa Sulsel Rizkiani di Makassar, Rabu.

Dia mengatakan, dengan mengusung "Zero Waste Kurban" yang digalakkan pemerintah, DD Sulsel menggunakan besek yang dibuat oleh Ibu-ibu binaan di Kecamatan Minasa Te'ne, Kabupaten Pangkep, Sulsel.
Suasana pembagian daging kurban dengan menggunakan besek atau daun, wadah yang ramah lingkungan yang digagas Dompet Dhuafa di Sulsel, kegiatan ini sebagai upaya penyelamatan lingkungan dalam mengisi kemerdekaan. ANTARA Foto/HO/Humas DD

Hal tersebut dilakukan untuk meminimalisir penggunaan plastik, sekaligus menumbuhkan minat usaha kecil di kalangan ibu rumah tangga di daerah.

"Ini merupakan inovasi yang diusung untuk menyadarkan masyarakat agar mencari alternatif wadah daging kurban khususnya yang dapat digunakan kembali mengingat jumlah sampah plastik semakin meningkat dan menjadi momok yang menakutkan, jika tidak ada solusi yang mampu mengurangi angka tersebut," katanya.

Berdasarkan data DD Sulsel diketahui, sekitar 2.700 bingkisan kurban telah dibagikan sejak Idul Kurban hingga hari tasyrik berakhir.

Pendistribusian daging donatur dan mitra (perusahaan) yang mempercayakan berkurban bersama Dompet Dhuafa Sulsel  dikawal langsung oleh tim Quality Control DD Sulsel dan Volunteer serta Organ DD Sulsel di sejumlah kabupaten/kota.

Adapun daerah yang menjadi lokasi pemotongan hewan kurban oleh Lazis yang telah berusia 26 tahun ini meliputi Makassar, Gowa, Takalar, Jene'ponto, Selayar, Maros, Pangkep, Pare-pare, Pinrang, Luwu, Polman hingga Palu sebagai daerah terkena dampak bencana alam.

"Daerah-daerah itu ada yang merupakan area terdampak bencana banjir beberapa waktu lalu seperti Sapaya di Kabupaten Gowa, Sapanang di Kabupaten Jene'ponto, termasuk bencana Gempa Bumi dan Tsunami di Kota Palu, Sulawesi Tengah," pungkasnya.

Baca juga: Kala plastik berganti besek untuk bungkus daging kurban
Baca juga: Sudin LH Jakbar prediksi besek bambu kurangi sampah plastik 40 persen
Baca juga: Penyaluran kurban di Sukabumi gunakan pembungkus besek

 
Pewarta : Suriani Mappong
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2019