Pasukan Israel lukai 67 orang Palestina di perbatasan Jalur Gaza

Pasukan Israel lukai 67 orang Palestina di perbatasan Jalur Gaza

Seorang pria mengangkat tongkatnya saat pemakaman seorang Palestina Abdullah Abdelal, 24 tahun, yang menurut petugas medis dibunuh oleh pasukan Israel saat protes di perbatasan Israel-Gaza, di selatan Jalur Gaza, Sabtu (11/5/2019). (REUTERS/IBRAHEEM ABU MUSTAFA)

Kota Gaza (ANTARA) - Sebanyak 67 orang Palestina cedera pada Jumat (16/8) akibat peluru tajam dan peluru karet,yang ditembakkan tentara Israel ketika pasukan itu menyerang ribuan pemrotes, menurut beberapa narasumber di kalangan medis. 

Para pengunjuk rasa itu sedang mengambil bagian dalam kegiatan mingguan Pawai Akbar Kepulangan di perbatasan Jalur Gaza dan Israel. 

Tentara yang menjaga pagar pemisah melepaskan tembakan dengan menggunakan peluru tajam dan peluru karet  ke arah pemrotes yang berkumpul di banyak tempat di sepanjang perbatasan. Sebanyak 34 demonstran cedera karena peluru tajam dan 33 lagi terkena peluru karet.

Puluhan pemrotes menderita sesak nafas karena menghirup gas air mata yang ditembakkan oleh pasukan Israel.

Sebagian orang yang cedera dibawa ke rumah sakit dan banyak lagi dirawat di rumah sakit lapangan.

Lebih dari 300 orang Palestina tewas dan sebanyak 17.500 orang lagi cedera oleh pasukan Israel sejak protes Pawai Akbar Kepulangan di perbatasan Jalur Gaza meletus pada 30 Maret 2018.

Protes mingguan itu merupakan seruan bagi pencabutan blokade Israel atas Jalur Gaza serta bagi kepulangan pengungsi Palestina ke tempat tinggal nenek moyang mereka di Palestina sebelum 1948.

Sumber: WAFA

Baca juga: Israel akan tutup jalan pertanian di desa Ramallah

Baca juga: Palestina peringatkan Israel tak ubah status quo Masjid Al-Aqsha

Baca juga: Perempuan anggota Kongres AS yang kritis dilarang masuk Israel
 
Pewarta : Chaidar Abdullah
Editor: Tia Mutiasari
COPYRIGHT © ANTARA 2019