Battir, desa di Tepi Barat, selenggarakan festival terong tahunan

Battir, desa di Tepi Barat, selenggarakan festival terong tahunan

Ilustrasi: Seorang petani Palestina mengumpulkan anggur selama musim panen di sebuah kebun anggur di Kota Gaza, Rabu (20/7/2016). (REUTERS/Ibraheem Abu Mustafa)

Bethlehem, Palestina (ANTARA) - Battir, desa Palestina yang berada enam kilometer di sebelah selatan Bethlehem di Tepi Barat Sungai Jordan dan situs Warisan Dunia UNESCO sejak 2011, Sabtu (17/8) memulai festival terong.

Kegiatan tahunan tersebut dihadiri oleh para pejabat Palestina, petani dan puluhan tamu undangan dalam kegiatan di wilayah pertanian yang terkenal dengan pola sengkedannya dan saluran irigasi dan tempat pemandian serta mata air yang berumur 2.500 tahun sejak jaman Romawi.

Baca juga: Pemukim Yahudi cabuti pohon zaitun milik petani Palestina

Festival itu --yang berlangsung dua hari-- sangat penting buat petani terong di Battir, kata Wali Kota Taysir Qattoush dalam sambutan upacara pembukaan, sebagaimana dilaporkan Kantor Berita Palestina, WAFA --yang dipantau Antara di Jakarta, Ahad. Kota praja tersebut melakukan semua yang dapat dilakukan untuk membantu petani mengolah lahan mereka melalui pembukaan jalan guna membantu mereka dalam proses reklamasi lahan, katanya.

Qattoush mengatakan festival tersebut diselenggarakan untuk memberi cahaya buat daerah tempat terong ditanam, yang saat ini dipandang sebagai daerah berbahaya karena dekat dengan tembok pemisah Israel yang melahap banyak lahan Battir sehingga menghancurkan pola pertanian sengkedan yang berusia lebih dari 2.500 tahun dan ditanami pohon terong --yang membuat Battir terkenal.

Baca juga: Petani Palestina belajar pertanian hidroponik di Bandung

Festival itu, tambah wali kota tersebut, diharapkan menarik, selain wisatawan dan pelancong, perhatian para pejabat pertanian Palestina sebagai sumber penting penghasilan buat warga desa dan petani yang juga akan mengatasi masalah pengangguran yang diderita oleh banyak generasi muda.

Terong Battir terkenal di Tepi Barat, tapi terlebih lagi di Jerusalem, yang diduduki, tempat seorang petani dalam festival itu, Illian Shami, mengatakan mereka dulu biasa memasarkan sebagai besar produk terong mereka selama musim panen. Namun, dengan pembangunan tembok pemisah pada 2004 --yang memisahkan Jerusalem dari wilayah Tepi Barat, petani terong telah kehilangan pasar penting itu, kata Shami.

Baca juga: Israel akan tutup jalan pertanian di desa Ramallah

Sumber: WAFA
Pewarta : Chaidar Abdullah
Editor: Mohamad Anthoni
COPYRIGHT © ANTARA 2019