DPC PDIP Surabaya serahkan berkas pendaftaran bakal cawali ke DPD

DPC PDIP Surabaya serahkan berkas pendaftaran bakal cawali ke DPD

DPC Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Surabaya menyerahkan berkas dan formulir pendaftaran bakal calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya 2020 ke DPD PDI Perjuangan Jatim di Jalan Raya Kendangsari Industri, Surabaya, Selasa (17/8/2019). (istimewa)

Surabaya (ANTARA) - DPC Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan Kota Surabaya menyerahkan berkas dan formulir pendaftaran bakal calon wali kota dan wakil wali kota Surabaya 2020 ke DPD PDI Perjuangan Jawa Timur (Jatim), Selasa.

"Kami serahkan delapan berkas meliputi lima bakal cawali dan tiga bakal cawawali Surabaya," kata Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPC PDI Perjuangan Surabaya Wimbo Ernanto usai menyerahkan berkas ke DPD PDI Perjuangan Jatim.

Baca juga: PDIP Jatim: 15 peminat bakal calon kepala daerah Surabaya

Delapan berkas pendaftaran untuk bakal cawali Surabaya meliputi Whisnu Sakti Buana, Sutjipto Joe Angga, Chrisman Hadi, Dyah Katarina, dan Sri Setyo Pertiwi, sedangkan untuk bakal cawawali Surabaya meliputi Armudji, Eddy Tarmidi Widjaya, dan Anugrah Ariyadi.

Para bakal cawali dan cawawali Surabaya tersebut akan mengikuti tahapan selanjutnya berupa tes uji kelayakan dan kepatutan yang digelar di kantor DPD PDI Perjuangan Jatim di Jalan Raya Kendangsari Industri, Surabaya pada Rabu (18/9).

Baca juga: Pengamat : Idealnya PDIP usung cawali Surabaya dari kader organik

Wimbo menambahkan bahwa kapasitas DPC hanya penjaringan calon dan selanjutnya DPP yang memutuskan siapa yang berhak mendapatkan rekomendasi untuk bisa maju sebagai cawali di Pilkada Surabaya 2020.

"Kami (DPC) hanya sebatas melakukan penjaringan. Tidak punya wewenang memutuskan rekomendasi," katanya.

Baca juga: PDI Perjuangan siapkan kantor pemenangan Pilkada Surabaya 2020

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jatim Ida Bagus Nugroho sebelumnya mengatakan proses verifikasi berkas akan dilakukan seakurat mungkin karena PDI Perjuangan tak ingin kecolongan, khususnya menyangkut ijazah bakal calon agar saat mengikuti tahapan selanjutnya, kredibilitas bakal calon sudah tidak perlu diragukan lagi.

"PDI Perjuangan melakukan hal ini agar tidak seperti memilih kucing dalam karung untuk calon yang akan ditugasi oleh partai," katanya.

Setelah mengikuti uji kepatutan dan kelayakan, hasilnya akan dikirim ke DPP PDI Perjuangan dan selanjutnya diputuskan siapa calon yang akan diberi mandat.
 
Pewarta : Abdul Hakim
Editor: Bambang Sutopo Hadi
COPYRIGHT © ANTARA 2019