Kemristekdikti: Indonesia harus mempersiapkan generasi berpendidikan

Kemristekdikti: Indonesia harus mempersiapkan generasi berpendidikan

Universitas Sumatera Utara memperingati Dies Natalis ke-67, di Medan. (ANTARA/HO.)

Medan (ANTARA) - Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Prof Dr Ismunandar menyatakan Indonesia harus mempersiapkan generasi muda yang berpendidikan hingga pendidikan tinggi, generasi berwawasan global, dan berdaya saing tinggi, termasuk wirausaha, sehingga tahun 2050 generasi ini akan menjadi pemimpin di tingkat dunia.

Indonesia sebagai negara dengan populasi penduduk terbesar ke-4 di dunia dengan jumlah penduduk 266 juta jiwa pada tahun 2030. Penduduk Indonesia mempunyai proporsi mayoritas usia produktif mencapai lebih dari 60 persen (bonus demografi), kata Dirjen Belmawa Kemenristekdikti Ismunandar  dalam sambutannya pada Dies Natalis Universitas Sumatera Utara (USU) ke-67, di Medan, Selasa(24/9).

Pricewaterhouse Koopers (PWC) tahun 2017 juga memproyeksikan Indonesia pada tahun 2050 berpotensi menjadi negara dengan perekonomian ke-4 terbesar dunia setelah China, India, Amerika Serikat, melampaui Jepang, Jerman dan Inggris.
Baca juga: Kemenristekdikti dorong mahasiswa tekuni teknologi robot

Dengan demikian sangat mungkin mewujudkan Indonesia menjadi negara yang maju, mandiri dan sejahtera, ujar Ismunandar.

Ia mengatakan, bangsa agar kreatif dan inovatif menuju pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan di era industri 4.0.Kepada USU sepatutnya dapat menjalankan beberapa hal yakni merespon dengan cepat perubahan -perubahan yang terjadi di era ini adalah kunci untuk memenangkan kompetisi.

Fakultas dan program studi harus tanggap terhadap tantangan dan peluang yang terjadi serta releavansinya dengan kebutuhan masyarakat dan industri.Perlu melakukan reorientasi kurikulum disetiap prodinya yang disesuaikan dengan kebutuhan industri 4.0.

Memperkuat kegiatan kemahasiswaan (hard dan soft skill), termasuk entreppreneurship (wirausaha) yang komprehensip dan inklusif.Melibatkan mahasiswa berbeda latar belakang/multi budaya untuk mengembangkan toleransi dan kolektivitas sosial.

"Pemanfaatan hasil studi pelacakan lulusan (tracer study) dan sistem akreditasi berbasis keluaran lulusan perguruan tinggi," ucap dia.

Ismunandar menyebutkan, juga penting untuk melakukan upaya transformatif dalam menghadapi era industri 4.0 yang sarat akan disrupsi teknologi.
Baca juga: Dirjen Belmawa tantang Kampus PNUP menerapkan Program MEME

Transformasi ini harus dilakukan secara sistemik dan holistik agar dapat diterapkan dengan baik di kampus dan berkelanjutan dengan tetap mempertahankan mutu seperti mengembangkan inovasi pembelajaran daring (online/blended learning) agar proses pembelajaran menjadi semakin fleksibel, terdistribusi dengan baik, sekaligus untuk perluasan dan pemerataan akses serta peningkatan mutu pendidikan tinggi.

"Mengembangkan kapasitas 'literasi baru' (literasi data, teknologi dan manusia) yang diarahkan dapat menunjang sistem pembelajaran, agar para lulusan semakin kompetitif dan adaptable dengan perubahan zaman, sekaligus tetap dalam koridor peningkatan daya saing SDM bangsa," katanya.

Pada Dies Natalis USU, dihadiri Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa) Kemenristekdikti Prof Dr Ismundar, Sekretaris Daerah Pemprov Sumut Dr R Sabrina, Dr Nurdin Tampubolon, para Wakil Rektor, para Dekan, Dosen dan mahasiswa.
Baca juga: "BUMN Hadir Untuk Negeri" siap kolaborasi FISIPOL UM Palangkaraya
Baca juga: KJRI apresiasi kuliah lapangan FISIPOL UM Palangkaraya
Pewarta : Munawar Mandailing
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 2019