Panglima TNI dan Kapolri dijadwalkan temui pengungsi di Timika

Panglima TNI dan Kapolri dijadwalkan temui pengungsi di Timika

Seorang ibu menggendong bayinya antre naik pesawat Hercules TNI AU untuk ikut mengungsi dari Wamena ke Timika, Papua, Selasa (1/10/2019) . ANTARA/Evarianus Supar/aa.

Timika (ANTARA) - Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian pada Rabu siang dijadwalkan menemui para pengungsi korban kerusuhan Wamena dan dan konflik Ilaga di Timika.

Wakil Bupati Mimika Johannes Rettob di Timika, Rabu mengatakan selain mengunjungi para pengungsi Wamena dan Ilaga, Panglima TNI dan Kapolri juga dijadwalkan menggelar pertemuan dengan jajaran Forkopimda Mimika guna membahas situasi keamanan di wilayah Timika dan sekitarnya.

Selain itu, kedua petinggi TNI dan Polri itu juga dijadwalkan akan meninjau sejumlah arena yang akan digunakan untuk perhelatan PON XX tahun 2020 di Provinsi Papua.

Informasinya, hingga kini jumlah pengungsi Wamena dan Ilaga yang masih bertahan di Timika sebanyak 128 orang, terdiri atas pengungsi warga asal Toraja, Sulawesi Selatan, sebanyak 119 orang dan sembilan orang lainnya pengungsi asal Pulau Jawa.

Baca juga: Papua Terkini - Panglima TNI fasilitasi pengungsi kembali ke Wamena
Baca juga: Pemerintah akan fasilitasi jika warga ingin kembali ke Wamena


Warga pengungsi asal Toraja kini ditampung sementara di Gedung Tongkonan milik Ikatan Keluarga Toraja/IKT Mimika Jalan Sam Ratulangi, sementara pengungsi asal Pulau Jawa ditempatkan sementara di Sekretariat Persatuan Warga Pati/PWT Timika Jalan Semangka, Kelurahan Pasar Sentral.

John, panggilan karib Johannes Rettob, mengatakan semua pengungsi dari Wamena dan Ilaga tertangani dengan baik oleh keluarga maupun kelompok paguyuban dan kerukunan suku-suku yang ada di Timika.

"Kami berterima kasih atas perhatian dan dukungan dari keluarga-keluarga dan paguyuban yang ada di Mimika yang telah mengurus saudara-saudara kita pengungsi dari Wamena dan Ilaga. Pemerintah daerah memastikan semua pengungsi telah diurus secara baik dan tidak mengalami kekurangan, baik makanan, kesehatan, pakaian dan lain-lain selama berada di penampungan di Timika," katanya.

Adapun selanjutnya apakah para pengungsi tersebut akan kembali ke Wamena dan Ilaga, menurut John, hal itu sepenuhnya tergantung dari para pengungsi sendiri maupun pemerintah daerah Jayawijaya dan Puncak.

"Kami tinggal menunggu informasi dari Pemkab Jayawijaya dan Pemkab Puncak termasuk Pemprov Papua bagaimana nasib para pengungsi ini, apakah mereka mau dipulangkan ke Wamena dan Ilaga. Yang jelas, tugas kami sebagai tuan rumah yaitu selama mereka mengungsi di Timika mereka tidak kekurangan dalam hal makan, pakaian dan kesehatan. Kami juga memberikan penampungan yang baik kepada mereka," ujar mantan Kadishubkominfo Mimika itu.

John menambahkan Pemkab dan seluruh komponen masyarakat Mimika berkomitmen penuh untuk menjaga daerahnya sebagai daerah yang aman dan damai tanpa konflik.

Apalagi pada 2020 Mimika dipercayakan untuk menggelar sejumlah kegiatan berskala regional dan nasional yaitu Pesta Paduan Suara Gerejawi/Pesparawi se Tanah Papua (diikuti 42 kabupaten/kota) pada 12 Juni-22 Juni, PON XX pada 20 Oktober-2 November serta Sidang Sinode Gereja Kingmi se-Papua.

Baca juga: Kementerian Sosial akan memfasilitasi pengungsi kembali ke Wamena
Baca juga: Menko Polhukam ajak warga Wamena rajut kembali persaudaraan

 
Pewarta : Evarianus Supar
Editor: Masuki M. Astro
COPYRIGHT © ANTARA 2019