Jasa Marga catat kenaikan EBITDA kuartal ketiga sebesar 16,9 persen

Jasa Marga catat kenaikan EBITDA kuartal ketiga sebesar 16,9 persen

Foto udara persimpangan Jalan Tol Purwakarta-Bandung-Cileunyi (Purbaleunyi) dan Jalan Tol Soreang-Pasir Koja (Soroja) di Bandung, Jawa Barat, Jumat (23/11/2018).ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/foc./pri.

Jakarta (ANTARA) - PT Jasa Marga (Persero) Tbk berhasil mencatat EBITDA (earnings before interest,taxes,depreciation,and amortization) operasional yang solid selama kuartal ketiga 2019 sebesar Rp5 triliun, tumbuh sebesar 16,9 persen dibandingkan dengan kuartal ketiga tahun lalu sebesar Rp4,28 triliun.

"Kinerja positif Perseroan berhasil dipertahankan dengan melakukan efisiensi pada Beban Usaha serta peningkatan Pendapatan Usaha di Luar Konstruksi yang berdampak positif pada kenaikan margin EBITDA sebesar 62,9 persen, lebih tinggi dari Kuartal III tahun 2018, yaitu sebesar 60,1 persen," ujar Corporate Secretary Jasa Marga M. Agus Setiawan dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat.

Untuk pendapatan usaha di luar konstruksi, Jasa Marga mencatat sebesar Rp7,96 triliun atau meningkat 11,6 persen dari kuartal III tahun 2018. Pertumbuhan positif tersebut ditopang dari kontribusi pendapatan tol sebesar Rp7,36 triliun, di mana pendapatan tol tumbuh sebesar 10,9 persen dibandingkan kuartal III tahun 2018.

Dari total pendapatan tol tersebut, kontribusi pendapatan tol di ruas-ruas yang dioperasikan oleh anak usaha erseroan yaitu sebesar 17,5 persen, tumbuh dibandingkan kontribusi pada endapatan tol kuartal III tahun lalu yaitu sebesar 13,8 persen.

Baca juga: Hari ini Tol Pandaan-Malang seksi Singosari-Pakis mulai dioperasikan

Kenaikan kontribusi tersebut merupakan dampak positif dari pengoperasian jalan tol baru dan kesuksesan perseroan dalam menyambungkan jaringan Jalan Tol Trans Jawa pada akhir 2018.

Pembangunan ruas-ruas jalan tol baru telah menyumbang pertumbuhan Aset dari sisi hak engusahaan jalan tol erseroan sehingga total aset perseroan pada kuartal III tahun 2019 tercatat sebesar Rp94,27 triliun atau tumbuh sebesar 14,4 persen dari tahun 2018.

Untuk menjaga profitabilititas dan struktur permodalan, Jasa Marga kembali melakukan inovasi alternatif pendanaan. Pada Juli 2019, Perseroan menerbitkan pendanaan Sukuk Ijarah pertama pada bisnis jalan tol untuk salah satu ruas tol milik Anak Usaha Perseroan, yaitu ruas Gempol-Pandaan.

Sukuk Ijarah diluncurkan setelah sebelumnya pada Semester I tahun 2019 Perseroan sukses menerbitkan alternatif pendanaan berbasis ekuitas yaitu kontrak investasi kolektif dana investasi infrastruktur (KIK DINFRA) pada ruas tol yang sama.

Hingga kuartal III 2019, Jasa Marga berhasil mengoperasikan jalan tol sepanjang 1.041 Km dengan penambahan panjang jalan tol baru di tahun 2019 sepanjang 41,46 Km. Jalan tol yang beroperasi di tahun 2018 antara lain Medan Kualanamu-Tebing Tinggi Seksi VII (Sei Rampah-Tebing Tinggi) sepanjang 9,26 Km, dan Pandaan Malang Seksi Pandaan-Singosari sepanjang 30,6 Km, serta akses Jalan Tol Gempol-Pandaan sepanjang 1,6 Km.

Beberapa proyek jalan tol yang sedang dalam tahap pembangunan dan ditargetkan akan selesai pada tahun ini yaitu Proyek Jalan Tol Pandaan-Malang Seksi Singosari-Malang, Proyek Jalan Tol Jakarta-Cikampek II Elevated, Proyek Jalan Tol Balikpapan-Samarinda, dan Proyek Jalan Tol Serpong-Kunciran.

Baca juga: Jasa Marga: 70 persen truk di Tol Surabaya-Mojokorto langgar ODOL
Pewarta : Aji Cakti
Editor: Nusarina Yuliastuti
COPYRIGHT © ANTARA 2019