Bupati Aceh Barat menyerahkan rekomendasi ulama rawat NKRI ke Presiden

Bupati Aceh Barat menyerahkan rekomendasi ulama rawat NKRI ke Presiden

Bupati Aceh Barat H Ramli MS (jas hijau) menyerahkan rumusan rekomendasi ulama untuk merawat NKRI kepada Ketua PBNU yang juga Staf Khusus Wakil Presiden KH Robikin Emhas, usai pelaksanaan kegiatan Seminar Nasional Kebangsaan Nahdlatul Ulama yang dipusatkan di Aula Bappeda Aceh Barat di Meulaboh, Minggu (22/12/2019). (ANTARA/Teuku Dedi Iskandar)

Meulaboh (ANTARA) - Bupati Aceh Barat H Ramli MS bersama Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Aceh Barat Teungku Abdurani Adian menyerahkan sejumlah rekomendasi merawat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) kepada Staf Khusus Wakil Presiden yang juga Ketua PBNU KH Robikin Emhas di Meulaboh.

"Saya berharap rekomendasi yang sudah dirumuskan ini, agar dapat menjadi bahan pertimbangan Bapak Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Ma'ruf Amin, agar keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia ke depan semakin lebih kokoh dan bersatu," kata Bupati Aceh Barat H Ramli MS, di Meulaboh, Senin.
Baca juga: Kapolri ajak akademisi rawat NKRI dari potensi perpecahan

Rekomendasi itu lahir dalam Seminar Nasional Kebangsaan Nahdlatul Ulama yang dilaksanakan oleh Pengurus Cabang NU Aceh Barat yang dihadiri oleh puluhan ulama dari seluruh Provinsi Aceh berlangsung di Aula Bappeda Aceh Barat di Meulaboh.

Rekomendasi tersebut dirumuskan oleh tiga orang tim ahli, yaitu Ketua STAIN Teungku Dirundeng Meulaboh Dr Inayatillah selaku ketua, dan anggota masing-masing Ketua MPU Aceh Barat Teungku Abdurrani Adian serta Rahmad Hidayat SH, praktisi dan ahli hukum.

Ramli MS juga menegaskan, perlu adanya organisasi Islam yang dimotori para ulama sebagai mitra yang tugasnya terus memupuk persatuan dan kesatuan NKRI dan melakukan sosialisasi dan pembinaan toleransi bagi umat melalui jalur pendidikan formal dan majelis taklim.

Selain itu, katanya pula, perlu diajarkan pada masyarakat kajian pendidikan kebatinan sebagaimana dicontohkan ulama sufi yang mengutamakan prasangka baik karena perpecahan yang muncul di kalangan umat disebabkan oleh faktor hawa nafsu.
Baca juga: Ganjar Pranowo nilai cabai bisa rawat NKRI

Menurut Ramli MS, perlu ada upaya bersama untuk mengantisipasi pengaruh-pengaruh asing yang masuk ke Indonesia, seperti yang sudah dilakukan oleh Aceh Barat membentuk majelis taklim terpadu, di dalamnya terdapat NU, Muhammadiyah dan Perti.
Bupati Aceh Barat H Ramli MS (jas hijau) menyerahkan rumusan rekomendasi ulama untuk merawat NKRI kepada Ketua PBNU yang juga Staf Khusus Wakil Presiden KH Robikin Emhas, usai pelaksanaan kegiatan Seminar Nasional Kebangsaan Nahdlatul Ulama yang dipusatkan di Aula Bappeda Aceh Barat, di Meulaboh. (ANTARA/Teuku Dedi Iskandar)

Kemudian membentuk gampong (desa) muslimin dengan pemateri yang diundang dari berbagai pihak, seperti, TNI diundang berbicara soal ideologi, Polri dan jaksa berbicara masalah-masalah pelanggaran hukum. Selain itu, harus ada upaya penguatan nilai-nilai keislaman toleran dan modern pada kurikulum pendidikan agama Islam di semua level lembaga pendidikan.

"Para ulama NU, umat Islam, pimpinan dayah dan santri di Aceh siap membela, menjaga dan mempertahankan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia dari gangguan dan ancaman ideologi radikalisme dan ekstremisme, baik yang datang dari dalam maupun dari luar," kata Ramli MS menambahkan.

Ketua PBNU yang juga Staf Khusus Wakil Presiden Republik Indonesia KH Robikin Emhas menegaskan rekomendasi yang sudah dirumuskan tersebut nantinya akan diteruskan kepada Wakil Presiden Republik Indonesia Kiai Ma'ruf Amin dan akan disampaikan kepada Presiden Joko Widodo setibanya di Jakarta.

Ia mengaku senang dengan rumusan hasil seminar nasional tersebut, karena nantinya diharapkan dapat menjadi acuan dan masukan kepada pemerintah agar keutuhan NKRI ke depan semakin lebih kuat dan meningkatkan persatuan dan kesatuan di masyarakat.
Pewarta : Teuku Dedi Iskandar
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2019