Pemkot Pekalongan lakukan pemutakhiran data penerima RTLH

Pemkot Pekalongan lakukan pemutakhiran data penerima RTLH

Tim verifikasi fasilitator Dinas Perumahan dan Permukiman (Diperkim) Kota Pekalongan malakukan pendataan program bantuan penerima rumah tidak layak huni (RTLH). (Foto: (Dok. Diperkim Kota Pekalongan))

Pekalongan (ANTARA) - Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, pada 2020 mulai melakukan pemutakhiran data penerima program bantuan pemugaran rumah tidak layak huni agar tepat sasaran.

Kepala Bidang Perumahan Rakyat Dinas Perumahan dan Permukiman Kota Pekalongan Purwo Susetyo di Pekalongan, Senin, mengatakan bahwa objek RTLH sudah menjadi target program pemkot sebagai upaya mengurangi kondisi kawasan kumuh di wilayah setempat.

"Kami sudah bersinergi dengan seluruh stakeholder hingga tingkat kelurahan bersama-sama memperbaharui data RTLH. Pemutakhiran data RTLH pada awal 2020 akan dilakukan selama tiga bulan ke depan sehingga ketika ada data yang tercecer maupun RTLH baru tetap dapat terakomodasi dan valid," katanya.

Baca juga: Pemkot Pekalongan kembali rehab 812 RTLH

Menurut dia, database ini sifatnya dinamis yaitu semula masuk kategori rumah tidak layak huni sekarang menjadi layak huni atau sebaliknya.

"Oleh karena, kami terus mengupdate data terbaru dengan membentuk tim fasilitator yang bertugas memverifikasi secara langsung berdasarkan kondisi real di lapangan dan skala prioritas setiap tahunnya," katanya.

Purwo mengatakan tim tersebut juga dibantu koordinasi dengan perangkat kelurahan dan kecamatan untuk memastikan bahwa penerima manfaat RTLH benar-benar tepat sasaran mengingat berdasar data di lapangan masih banyak masyarakat yang dinilai mampu namun tetap menerima bantuan pugar RTLH.

Berdasar data yang ditetapkan RPJMD 2016-2021, kata dia, sebanyak 6.448 unit RTLH sudah dipugar oleh pemkot sebanyak 3.020 unit rumah sehingga 3.428 RTLH akan terus segera dituntaskan.

"Pada 2020, rencananya kami akan melaksanakan pemugaran RTLH sebanyak 1.059 unit yang berasal dari bantuan APBD, dana alokasi khusus (DAK), dan CSR. Adapun penerima RTLH akan mendapatkan bantuan sebesar Rp10 juta per unit sedangkan dana DAK sebesar Rp17,5 juta," katanya.

Baca juga: Khofifah inginkan RTLH 2020 dilengkapi jambanisasi dan elektrifikasi
Pewarta : Kutnadi
Editor: Zita Meirina
COPYRIGHT © ANTARA 2020