Gapkindo sebut harga karet menguat didorong kenaikan minyak mentah

Gapkindo sebut harga karet menguat didorong kenaikan minyak mentah

Bahan Olah Karet. (ANTARA/Evalisa Siregar)

Medan (ANTARA) - Gabungan Perusahaan Karet Indonesia (Gapkindo) menyatakan harga karet TSR20 cenderung meningkat didorong menguatnya harga minyak mentah di pasar internasional.

"Tren harga memang menguat atau 1,44 dolar AS per kg untuk pengapalan Februari 2020," ujar Sekretaris Eksekutif Gapkindo Sumut, Edy Irwansyah di Medan, Senin.

Baca juga: Ini penyebab harga karet tak kunjung naik sejak 2013

Menurut dia, kenaikan harga ekspor karet didorong naiknya harga minyak mentah di pasar internasional.

Ia mengatakan harga karet itu bahkan menguat lagi hingga pengapalan Juni 2020.

Setelah pada Februari 2020 di 1,44 dolar AS, Maret naik menjadi 1,45 dolar AS, April 1,46 dolar AS, Mei 1,47 dolar AS dan Juni 1,48 dolar AS per kg.

Baca juga: Konsorsium karet internasional antisipasi harga karet

Menguatnya harga minyak mentah hingga mencapai 70 dolar AS per barel merupakan dampak dari ketegangan politik Amerika Serikat dan Iran yang masih berlangsung.

"Belum bisa dipastikan sampai kapan dan hingga di posisi berapa harga ekspor karet karena dipengaruhi banyak faktor termasuk harga karet mentah," ujar Edy.

Akibat harga ekspor naik maka harga bahan olah karet (bokar) juga ikut naik.

Harga bokar siap ekspor di pabrikan hingga pekan ini berada di sekitar Rp18.000 per kg.

Baca juga: BI : Harga karet diperkirakan membaik pada 2020

 
Pewarta : Evalisa Siregar
Editor: Agus Salim
COPYRIGHT © ANTARA 2020