Pemerintah Aceh buka posko komunikasi dengan mahasiswa Aceh di Wuhan

Pemerintah Aceh buka posko komunikasi dengan mahasiswa Aceh di Wuhan

Sejumlah mahasiswa Aceh bertahan di tempat tinggalnya di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China. ANTARA/Dokumen

Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Aceh membuka posko komunikasi guna mempermudahkan pemantauan informasi dengan mahasiswa Aceh yang terisolir di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China, virus Corona.

Juru Bicara Pemerintah Aceh Saifullah Abdul Gani mengatakan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Aceh Nova Iriansyah telah menginstruksi kepada seluruh pejabat Aceh untuk siaga satu, terkait penyebaran virus Corona di Wuhan, China.

"Plt Gubernur Aceh telah mengambil kebijakan terkait dengan wabah virus Corona yang bersumber di Wuhan, China, dengan mengintruksikan kepada seluruh penjabat Aceh untuk siaga satu mengingat ada mahasiswa Aceh yang sedang berada di Wuhan," katanya di Banda Aceh, Minggu.
Baca juga: Hindari virus corona, 15 mahasiswa Aceh di Wuhan takut keluar ruangan
Baca juga: Stok logistik bagi WNI yang tertahan di Wuhan mencukupi


Dia menyebutkan posko itu dibuka untuk mempermudah jalinan komunikasi Pemerintah Aceh dengan mahasiswa di China, yang khususnya Wuhan. Posko itu berpusat di Dinas Sosial Aceh dan Badan Penghubung Pemerintah Aceh (BPPA) di Jakarta.

Kata dia, Plt Gubernur Aceh telah menunjuk asisten dua Pemerintah Aceh Teuku Ahmad Dadek sebagai koordinator tim percepatan penanggulangan wabah Corona di China, mengingat ada mahasiswa Aceh berada di China.

Anggota tim percepatan itu yakni Kepala Dinas Sosial Aceh Alhudri, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Hanif, Kepala Pelaksana BPBA Sunarwadi serta Kepala Dinas Perhubungan Aceh Junaidi. Dan Plt Gubernur Aceh meminta para pejabat itu untuk siaga satu.

"Pemerintah Aceh juga memastikan bahwa logistik masyarakat Aceh di Wuhan bisa terjamin. Jika ada kesempatan untuk evakuasi maka kita harapkan mereka segera dikeluarkan dari sana," ujarnya.
Baca juga: Tak ada warga Aceh di Wuhan yang terpapar virus corona, sebut gubernur

Menurut dia, berdasarkan keterangan dari Alfi, salah seorang mahasiswa Aceh yang berada di Wuhan, bahwa ada sebanyak 12 mahasiswa Aceh masih dalam kondisi teriosilr di Wuhan.

"Sebanyak 12 mahasiswa Aceh itu dibawah pantauan Pemerintah Aceh, dan akan mendukung kebutuhan logistik mereka. Alfi juga menyampaikan pesan kepada keluarga di Aceh agar tetap tenang dan mereka juga semuanya dalam keadaan sehat," katanya.

Berikut 12 nama mahasiswa Aceh di Wuhan, China:

1. Fadil - CCNU, Wuhan - Aceh Utara
2. Siti Mawaddah - Huda, Wuhan - Sigli
3. Alfi Rian - WUT, Wuhan - Aceh Utara
4. Ory Safwar - CCNU, Wuhan - Banda Aceh
5. Siti sahara - WHUT, Wuhan - Aceh Tenggara
6. Hayatul-HUST, Wuhan - Lhoksumawe
7. Maisal- HUST , Wuhan - Aceh Besar
8. Jihadullah -WHU, Wuhan - Banda Aceh
9. Ita Kurniawati- WHU, Wuhan - Nagan Raya
10. Agus - zhongnan, Wuhan- Sabang
11. Intan Maghfirah - JISU CC - Banda Aceh (Sekarang di Wuhan )
12. Sapriadi - JISU CC Meulaboh
(Sekarang di Wuhan)
Baca juga: 93 WNI tertahan di Wuhan
 
Pewarta : Khalis Surry
Editor: Muhammad Yusuf
COPYRIGHT © ANTARA 1970