Polisi minta keterangan wartawan ANTARA korban pengeroyokan

Polisi minta keterangan wartawan ANTARA korban pengeroyokan

Kapolres Aceh Barat AKBP Andrianto Argamuda menyalami wartawan ANTARA yang menjadi korban pemukulan, di RSUD Cut Nyak Dhien, Meulaboh, Aceh Barat, Selasa (21/1/2020). Antara Aceh/M Haris SA

Banda Aceh (ANTARA) - Penyidik Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat meminta keterangan T Dedi Iskandar, wartawan LKBN ANTARA yang sebelumnya dikeroyok dan dipukul saat menjalankan tugas jurnalistik di Meulaboh.

T Dedi Iskandar memenuhi panggilan penyidik Polres Aceh Barat, Minggu. Kendati belum pulih, T Dedi Iskandar datang ke Markas Polres Aceh Barat didampingi pamannya.

Dedi Iskandar menyebutkan dirinya datang untuk memberikan keterangan terkait pengeroyokan di sebuah warung kopi di Meulaboh, ibu kota Kabupaten Aceh Barat.

"Penyidik menanyakan terkait pengeroyokan disertai pemukulan tersebut termasuk menanyakan sejumlah nama pelaku yang diduga terlibat," kata Dedi Iskandar.
Baca juga: Wartawan Antara di Aceh Barat dikeroyok sekelompok orang

Dalam pemeriksaan tersebut, Dedi Iskandar menjelaskan orang yang diduga pelaku beberapa kali mendatangi kediamannya, termasuk datang pada tengah malam.

"Dari tiga kali mereka datang ke rumah saya, sekali saya bertemu dengan mereka. Dalam pertemuan itu, mereka meminta berita pengancaman wartawan Modus Aceh tidak diberitakan. Semua saya jelaskan kepada polisi," kata Dedi Iskandar.

T Dedi Iskandar dikeroyok dan dipukul saat sedang mewawancarai Kepala Subbagian Humas Polres Aceh Barat di sebuah warung kopi di Meulaboh, Senin (20/1) sekitar pukul 12.15.
Baca juga: Wartawan Antara di Aceh Barat dikeroyok sekelompok orang

Akibat pengeroyokan dan pemukulan tersebut, Dedi Iskandar mengalami pusing, sakit pada dada dan tangan kiri. T Dedi Iskandar harus menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cut Nyak Dhien, Meulaboh hingga Sabtu (25/1).
Pewarta : M.Haris Setiady Agus
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 1970