BPBD Sumut: 700 KK mengungsi akibat banjir Tapanuli Tengah

BPBD Sumut: 700 KK mengungsi akibat banjir Tapanuli Tengah

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Riadil Akhir Lubis. (ANTARA/HO)

Medan (ANTARA) - Sebanyak 700 kepala keluarga (KK) terpaksa harus mengungsi akibat banjir bandang yang melanda sejumlah kecamatan di Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumut Riadil Akhir Lubis, di Medan, Rabu, mengatakan banjir tersebut terjadi sejak Rabu pukul 01.00 WIB dini hari tadi, akibat luapan Sungai Aek Sirahar setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur daerah itu.

Ia menyebutkan, banjir dengan ketinggian mencapai sekitar 2 hingga 2,5 meter itu, merendam tujuh desa/kelurahan, dan empat kecamatan, di Kabupaten Tapanuli Tengah.

"Keempat kecamatan itu, yakni Kecamatan Barus, Manduamas, Pasaribu Tobing, dan Kecamatan Andam Dewi," ujar Riadil.

Ia mengatakan, sedangkan tujuh desa/kelurahan, yakni Desa Kampung Mudik yang terendam banjir setinggi 2 meter, Desa Pasar Terendam terkena luapan air Sungai Sirahar mengakibatkan banjir dan merendam pemukiman warga setinggi 2 meter.

Kemudian, Desa Bunga Tanjung terendam banjir setinggi 2 meter, Desa Kinali terendam banjir setinggi 2 meter, Desa Ujung Batu terendam banjir setinggi 2 meter, Kelurahan Batu Gerigis terendam banjir setinggi 2 meter, dan Kelurahan Padang Masiang terendam banjir setinggi 2 meter.

"Saat ini telah ditemukan enam orang meninggal dunia, dan tiga orang dinyatakan hanyut masih dalam pencarian," ucap dia.

Riadil menambahkan, upaya yang dilakukan saat ini, BPBD Kabupaten Tapanuli Tengah telah menurunkan beberapa Personel Regu Piket beserta personel Pusdalops.

Jumlah korban banjir bandang di Kecamatan Barus, Kabupaten Tapanuli Tengah yang meninggal dunia hingga Rabu, pukul 17.00 WIB menjadi tujuh orang, berdasarkan informasi dari Koordinator Pos SAR Sibolga Hari Susanto.

Ia menjelaskan, korban yang meninggal dunia atas nama Adwirzah Tanjung (60), dan Idwarnisa (58).Keduanya adalah pasangan suami istri warga Kelurahan Padang Masiang Barus.

Kemudian, Marpaung (50), Juster Sitorus, (55), Abdul Rahmah, (72), Pardamean Manalu, (85), EsrinPane, (48).Kelimanya adalah warga Bonan Dolok, Desa Sijukkang, Kecamatan Andam Dewi, Kabupaten Tapanuli Tengah.

Baca juga: Banjir di Tapanuli Tengah, Pemkab tetapkan status tanggap darurat

Baca juga: BNPB: Korban meninggal banjir Tapanuli Tengah sembilan orang

Baca juga: Korban tewas akibat banjir Tapteng bertambah jadi 7 orang
Pewarta : Munawar Mandailing
Editor: Yuniardi Ferdinand
COPYRIGHT © ANTARA 1970