Gubernur Sulsel ajak warga berdoa Indonesia terhindar virus corona

Gubernur Sulsel ajak warga berdoa Indonesia terhindar virus corona

Dokumentasi - Karyawan menyusun boks berisi masker yang dijual di salah satu apotek di Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (1/2/2020). ANTARA FOTO/Arnas Padda/yu/ama.

Makassar (ANTARA) - Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah mengajak masyarakat di provinsi itu agar Indonesia khususnya, dan dunia umumnya terhindar dan bisa keluar dari permasalahan terkait virus corona

"Saya meminta doa atas cobaan ini, mudah-mudahan kita di Indonesia tidak terjangkit virus itu," katanya di Makassar, Minggu.

Pernyataan Gubernur Sulsel tersebut menyusul kedatangan sebanyak 238 warga negara Indonesia (WNI) yang berhasil dievakuasi ke Tanah Air dari wabah virus corona baru (2019-nCoV) di Wuhan, China, Minggu pagi.

Munculnya virus corona di China ini mengakibatkan berbagai negara di belahan dunia waspada, berusaha melindungi diri, bahkan mengevakuasi warganya yang berada di "Negeri Tirai Bambu" tersebut, termasuk Indonesia.

Terkait adanya warga Sulsel yang terpapar virus tersebut, Gubernur Sulsel mengemukakan sejauh ini terus dilakukan pengecekan dan melakukan evaluasi.

"Kita berharap mudah-mudahan tidak ada warga yang terjangkit, supaya bisa kembali ke masyarakat," katanya.

Saat ini, pemerintah Indonesia mengambil beberapa langkah strategis untuk antisipasi penyebaran virus corona. Di antaranya, meningkatkan kewaspadaan di daerah yang berisiko memiliki akses langsung dari dan ke China.

Disebutkan oleh Nurdin Abdullah ada 19 daerah yang memiliki risiko, tetapi Makassar bukan menjadi daerah yang memiliki akses langsung ke China.

Ia menambahkan bahwa laboratorium regional influenza, seperti Unhas dan BBLK Makassar juga telah memiliki kemampuan untuk menonfirmasi jenis virus corona baru.

Baca juga: Imigrasi Makassar pantau warga China terkait virus Corona

Baca juga: Pemprov Sulsel pantau warganya di China terkait virus corona

Baca juga: Dinkes tunjuk RS Wahidin Makassar rujukan virus Corona
Pewarta : Nur Suhra Wardyah
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020