Situasi Natuna kondusif terkait proses karantina WNI dari China

Situasi Natuna kondusif terkait proses karantina WNI dari China

Petugas medis memeriksa kesehatan WNI yang dipulangkan dari Wuhan, China, yang baru tiba di Bandara Hang Nadim, Batam. Mereka akan diberangkatkan menuju Natuna memakai pesawat C-130H Hercules TNI AU di Kepulauan Riau, Minggu (2/2/2020). ANTARA FOTO/Kementerian Luar Negeri

Jakarta (ANTARA) - Polri mengklaim situasi di Natuna, Kepulauan Riau, sudah kondusif terkait proses karantina terhadap 238 WNI yang dipulangkan dari China. Sebelumnya warga sempat memprotes karena keberatan wilayahnya dijadikan lokasi karantina antisipasi penyebaran virus corona.

"Situasi saat ini kondusif. Terjadi dialog antara masyarakat dan aparat," kata Kepala Bagian Penerangan Umum Kepolisian Indonesia, Komisaris Besar Polisi Asep Adisaputra, di Jakarta, Senin.

Baca juga: Peneliti temukan enam jenis virus pada kelelawar buah di Indonesia

Proses karantina berjalan dengan baik dan masih berlangsung hingga dua pekan nanti. "Proses karantina berlangsung sampai saat ini. Kita doakan semua kondusif," katanya.

Sebanyak 238 WNI yang dievakuasi dari Wuhan, ibukota Provinsi Hubei, China, ditempatkan di suatu hanggar Pangkalan TNI di Natuna. Mereka menempati 10 tenda yang telah disiapkan, tujuh kamar secara terpisah, laki-laki dan perempuan dipisahkan.

Baca juga: Empat ABK asal China dikarantina di kapal mereka

Walau statusnya adalah karantina --yang disebutkan pemerintah sebagai observasi kesehatan-- mereka dapat menghirup udara bebas di luar tenda, dan melaksanakan aktivitas luar ruang terbatas secara jarak secara berkelompok. 

Selain itu sebanyak 27 anggota tim penjemput lain di luar tenaga kesehatan yaitu lima anggota tim aju dari Kementerian Luar Negeri dan 15 awak Batik Air ditempatkan terpisah, tidak di dalam satu kompleks hanggar, namun tetap di dalam ring satu wilayah karantina yang aksesnya dibatasi dari lingkungan luar.

Pemerintah sudah menyiapkan agenda kegiatan harian untuk WNI di Natuna mulai dari olahraga, beberapa kegiatan kesenian, dan juga dukungan pelayanan lain selama 14 hari masa observasi.

Baca juga: Kominfo temukan 54 hoaks terkait corona
 
Pewarta : Anita Dewi
Editor: Ade P Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2020