Pemprov DKI turunkan petugas dan pompa mobile antisipasi banjir

Pemprov DKI turunkan petugas dan pompa mobile antisipasi banjir

Petugas Suku Dinas Sumber Daya Air Jakarta Utara menggunakan pompa mobile untuk menyedot genangan air di Jalan Gunung Sahari, Pademangan, Jakarta Utara, Sabtu (8/2/2020) (ANTARA/Fauzi Lamboka)

Jakarta (ANTARA) - Pemprov DKI Jakarta menurunkan petugas dan beberapa unit pompa bergerak (mobile) untuk mengantisipasi banjir kiriman dari kawasan hulu, yang menyebabkan debit air di Kali Ciliwung dan Pesanggrahan meningkat bahkan hingga 700 sentimeter (cm).

Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) Juaini Yusuf mengatakan saat ini pihaknya sudah mengerahkan 40 petugas di masing-masing titik wilayah yang terdampak banjir kiriman, termasuk pompa mobile sebanyak dua sampai tiga unit di wilayah terdampak dengan kapasitas masing-masing 500 sampai 1.000 liter perdetik.

"Ketinggian air Ciliwung sudah mencapai 700 cm. Kalau sampai di pintu air Manggarai di atas 700 berarti itu sudah siaga tiga. Saya baru mau memantau pintu air Manggarai," kata Juaini saat dihubungi di Jakarta, Kamis.

Juaini menjelaskan, kondisi air laut saat ini sudah tidak pasang. Sehingga pintu air di sana bisa dibuka dan banjir kiriman masih bisa dikendalikan.

Baca juga: Pemprov DKI pastikan jalanan aman dari genangan akibat hujan lokal

Baca juga: Makam di TPU Tegal Alur ikut terendam akibat hujan deras

Baca juga: 46 RW di 21 Kelurahan Jakarta terendam hingga 2,5 meter


Namun dia tetap mengimbau kepada masyarakat, khususnya daerah bantaran Kali Ciliwung, Pesanggrahan dan sekitarnya untuk tetap waspada adanya banjir kiriman.

Terkait posko pengungsian dan bantuan lainnya, kata Juaini, itu semua di bawah kewenangan Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta.

"Kami terus berkordinasi. Semua sudah diantisipasi," ucapnya.

Setelah wilayah Bogor diguyur hujan semalaman, akhirnya membuat air di berbagai sungai seperti Ciliwung dan Cileungsi meluap hingga membuat beberapa wilayah di Jakarta terkena dampaknya berupa banjir terjadi Kamis ini

Kepala Pusat Data dan Informasi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta M Insaf mencatat berdasarkan data pukul 15.00 WIB, ada 46 RW di 12 kecamatan yang terletak di 21 kelurahan terendam.

"RW ada 46 yang tersebar di 12 kecamatan dan 21 kelurahan," ujar Insaf dalam keterangan tertulis di Jakarta, Kamis.
Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Ganet Dirgantara
COPYRIGHT © ANTARA 2020