BPPT koordinasikan lima prioritas riset nasional 2020-2024

BPPT koordinasikan lima prioritas riset nasional 2020-2024

Kepala BPPT Hammam Riza berbicara kepada wartawan di sela Rapat Kerja BPPT 2020 bertema Penguatan Daya Saing Melalui Inovasi, Transformasi Digital dan Kualitas SDM di Gedung BPPT, Jakarta, Senin (24/02/2020). (ANTARA/Martha Herlinawati Simanjuntak)

Jakarta (ANTARA) - Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) koordinasikan lima prioritas riset nasional pada periode 2020-2024 mulai dari inovasi teknologi Pesawat Udara Nir Awak (PUNA) atau drone tipe Medium Altitude Long Endurance (MALE) Kombatan, garam industri terintegrasi, PLTP Skala Kecil, Teknologi Perkeretaapian dan Wahana Angkut Maritim.

"Dengan teknologi dan inovasi di era revolusi industri 4.0, Indonesia mampu mandiri di bidang pertahanan melalui pengembangan PUNA MALE Elang Hitam," kata Kepala BPPT Hammam Riza di Rapat Kerja BPPT 2020 bertema Penguatan Daya Saing Melalui Inovasi, Transformasi Digital dan Kualitas SDM di Gedung BPPT, Jakarta, Senin.

Saat ini, BPPT bersama mitra konsorsium sedang berupaya melakukan penguasaan teknologi dan melakukan akselerasi dalam pengembangan PUNA MALE Elang Hitam khusus untuk kombatan yang bertujuan untuk mendukung kemandirian industri pertahanan dan keamanan dalam negeri, membangun kemandirian alutsista, serta menjaga kedaulatan bangsa.

Hammam menuturkan kegiatan pengkajian dan penerapan difokuskan pada pendayagunaan teknologi tepat guna, peningkatan nilai tambah dan hilirisasi sumber daya alam, substitusi impor serta peningkatan tingkat komponen dalam negeri (TKDN).

Baca juga: Pemanfaatan riset kemasan masakan buka prospek "cuan" miliaran rupiah

Baca juga: Lapan jadi koordinator empat prioritas riset nasional

Baca juga: Kemenristek: Kesehatan dan obat masuk prioritas nasional


BPPT juga menjadi pendukung di beberapa prioritas riset nasional, di antaranya inovasi teknologi pengisian daya (charging) mobil listrik, obat-obatan, implan traumatik dan gigi, bangunan tahan gempa, bahan bakar nabati B-50, pangan cegah kekerdilan (stunting), dan kendaraan listrik berbasis baterai.

Semua hasil produk teknologi dan inovasi yang dihasilkan melalui kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan harus termanfaatkan sesuai kebutuhan pengguna, baik bagi industri, instansi pemerintah maupun masyarakat luas.

Pada Rapat Kerja BPPT 2020, dilakukan penandatanganan dua kesepakatan bersama dan empat perjanjian kerja sama yaitu dengan PT Jababeka Tbk dan PT Chandra Asri Petrochemical; Konsorsium Prioritas Riset Nasional Garam Industri Terintegrasi; Konsorsium Prioritas Riset Nasional Implan Gigi; Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang; dan PTPN VI terkait Pemetaan Kebun dengan foto udara dan pembangunan jejaring (web) GIS.

Hasil riset dan produk inovasi didorong untuk meningkatkan ekonomi Indonesia yang berfokus pada berbagai bidang, seperti kesehatan, pangan, energi dan transportasi.

Sejumlah capaian BPPT mulai dari inovasi yang berfokus pada bidang pertahanan keamanan, kebencanaan, sektor infrastruktur, energi dan transportasi, pertanian dan pangan hingga inovasi untuk kemandirian industri farmasi nasional, antara lain inovasi PUNA MALE Elang Hitam, pembangunan proyek percontohan pabrik garam industri terintegrasi, dan produk Rapid Test Dengue atau pendeteksi dini penyakit demam berdarah (DBD).

Terkait pencegahan kekerdilan, BPPT juga telah menghilirisasi inovasi yang dinamakan Purula, dan telah siap diproduksi massal.*

Baca juga: Badan riset nasional bisa jadi lembaga koordinator

Baca juga: Menristek tugaskan BPPT buat strategi kecerdasan buatan nasional

Baca juga: Wapres dorong BPPT tingkatkan kerja sama dengan mitra swasta
Pewarta : Martha Herlinawati S
Editor: Erafzon Saptiyulda AS
COPYRIGHT © ANTARA 2020