Bupati Anambas sayangkan informasi warganya diindikasikan COVID-19

Bupati Anambas sayangkan informasi warganya diindikasikan COVID-19

Bupati Kepulauan Anambas, Abdul Haris (Boyke Ledy Watra)

Anambas (ANTARA) - Bupati Kepulauan Anambas, Kepulauan Riau, Abdul Haris menyayangkan berita-berita dan juga informasi melalui media sosial yang langsung mengatakan dua warganya langsung diindikasikan COVID-19.

"Cuma berita-berita dan juga informasi melalui medsos, langsung mengatakan bahwa ini indikasinya corona. Ini sudah terinfeksi, segala macam, itu disayangkan," kata Abdul Haris di Anambas, Selasa.

Baca juga: Tidak hanya Infrastruktur, Gerbangdutas 2020 juga fokus untuk SDM

Dia mengatakan, pemerintah daerah tersebut bukan berniat menutup-nutupi informasi COVID-19 dari publik, namun informasi yang keluar seharusnya tidak membuat masyarakat khawatir.

"Seharusnya tidak demikian, kita bukan menutupi persoalan penyebaran virus ini tetapi bagaimana memberikan edukasi atau informasi yang lebih nyaman, dipahami oleh masyarakat, supaya masyarakat tidak bingung, tidak menjadi resah," kata dia.

Baca juga: BNPP gelar Gerbangdutas 2020 di Anambas

Menurut dia pasangan suami istri tersebut dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Thabib Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) karena untuk memastikan saja warganya itu benar-benar bebas dari COVID-19.

"Memang warga tersebut kembali dari Singapura, beliau memang pilek, tapi pilek itu sudah sembuh, cuma apakah dia pilek itu karena Corona, ini kita belum bisa memastikan, karena itu dirujuk," kata Abdul Haris.

Bupati mengatakan wilayah Anambas aman dari COVID-19, karena daerah tersebut bukan merupakan daerah perlintasan atau persinggahan orang dari luar negeri.

"Anambas memang berbatasan dengan beberapa negara, tapi mereka tidak mungkin datang ke Anambas karena harus melalui Batam dulu, tidak bisa di langsung, belum ada pelabuhan dan bandara internasional makanya saya katakan aman, tapi kita juga tidak boleh lalai," ucapnya.

Baca juga: Bupati berharap Natuna-Anambas menjadi provinsi khusus

Pada Minggu 15/3, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Raja Ahmad Thabib Tanjungpinang, Kepulauan Riau (Kepri) kembali mengisolasi dua pasien dalam pengawasan COVID-19, Minggu siang.

"Kedua pasien merupakan warga Kabupaten Kepulauan Anambas," kata Pelaksana Tugas Direktur RSUD Raja Ahmad Thabib Tanjungpinang, Elfiani Sandri.

Dia menjelaskan bahwa kedua pasien tersebut baru pulang dari Malaysia. Namun, untuk gejala penyakit yang diidap keduanya masih didiagnosis oleh tim medis rumah sakit setempat.

Pewarta : Boyke Ledy Watra
Editor: Joko Susilo
COPYRIGHT © ANTARA 2020