3 spesimen pasien dalam pengawasan belum dapat dibawa oleh maskapai

3 spesimen pasien dalam pengawasan belum dapat dibawa oleh maskapai

Juru Bicara Tim Gugus Percepatan Penangganan COVID-19 Tarakan, Devi Ika Indriana. ANTARA/Susylo Asmalyah

Tarakan (ANTARA) - Juru Bicara Tim Gugus Percepatan Penangganan COVID-19 Tarakan, Devi Ika Indriana mengatakan saat ini maskapai penerbangan Lion Air belum membawa 3 spesimen Pasien Dalam Pengawasan (PDP).

“Jadi hambatan kami dari kemarin sudah melakukan koordinasi dengan pihak bandara dan pihak maskapai Lion sampai saat ini belum ada konfirmasi,” kata Devi di Tarakan, Kamis.

Pengambilan spesimen yang sudah dilakukan akan dikirimkan ke Balitbangkes Jakarta, tapi saat ini pengiriman Lion Air belum bias membawa, padahal pengambilan sampel itu cukup menyakitkan untuk pasien, kalau diulang lagi kasihan pasiennya, katanya.

Selain itu, alat untuk ambil sampelnya sudah habis dan tidak ada dijual di pasaran dan yang ditakutkan kalau sampel yang dikirim akan rusak.

Baca juga: GIA enggan terbangkan sampel pasien terduga corona tujuan Merauke
Baca juga: Spesimen dua warga Jepang sudah dikirim ke Labkes Kemenkes


Devi mengatakan bahwa masalahnya dari Lion Air menyampaikan bahwa tidak ada tenaga yang mengatasi untuk membawa sampel dari 3 PDP tersebut.

Saat ini ada sebanyak 23 Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Tarakan sedangkan 3 PDP dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tarakan di isolasi.

Sedangkan masyarakat yang melapor ke Dinas Kesehatan setelah melakukan perjalanan ke daerah terjangkit, tanpa gejala dengan kondisi sehat sebanyak 52 orang dan akan terus dilakukan pemantauan.

Baca juga: RSUD Tarakan lakukan isolasi 4 pasien
Baca juga: Pelayaran Tarakan -Tawau ditutup untuk antisipasi COVID-19
Baca juga: KSOP-KKP Tarakan lakukan penyemprotan disinfektan di pelabuhan
Pewarta : Susylo Asmalyah
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020