Pemkab Jayawijaya perketat pemeriksaan di Bandara Wamena, cegah corona

Pemkab Jayawijaya perketat pemeriksaan di Bandara Wamena, cegah corona

Ilustrasi - Aktivitas penerbangan di Bandara Wamena. ANTARA/Marius Frisson Yewun

Jayapura (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Jayawijaya memperketat pemeriksaan kedatangan dan keberangkatan penumpang di Bandara Wamena dalam upaya mencegah penyebaran virus corona baru (COVID-19) di wilayah pengunungan tengah Papua itu.

"Pemkab Jayawijaya sudah berkoordinasi dengan otoritas pengelola Bandara Wamena, Dinas Kesehatan serta aparat terkait untuk melakukan pencegaran penyebaran virus corona dengan memeriksa suhu badan bagi setiap penumpang yang tiba dan berangkat, ya ini harus dilakukan guna mencegah masuknya penyebaran corona," kata Bupati Jayawijaya Jhon R. Banua di Jayapura, Sabtu malam.

Satuan Tugas Pencegahan Penularan COVID-19 Kabupaten Jayawijaya, kata dia, saat ini sudah bekerja dalam upaya menjaga daerah setempat tetap bebas corona.

"Saya warga di Kabupaten Jayawijaya harus memberikan dukungan bagi petugas di lapangan dalam menjalankan tugas," katanya.

Menyinggung warga Jayawijaya terpapar COVID-19, kata dia, sampai sekarang tidak ada karena ketatnya pengawasan dilakukan di lapangan oleh pemkab bersama jajaran dinas terkait.

Baca juga: Bupati Wondama instruksikan Satpol PP cegah ASN keluar daerah

Kabupaten Jayawijaya, katanya, pintu masuk wilayah ke berbagai kabupaten di pegunungan tengah sehingga dalam situasi merebaknya virus corona, pengawasan harus tetap diperketat.

"Para bupati di pegunungan tengah sudah berkomitmen mendukung Kabupaten Jayawijaya sebagai pusat penanganan pasien virus corona," katanya.

Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak mengakui meski daerahnya belum ada pasien yang terjangkit corona, kewaspadaan tetap dilakukan jajaran pemkab setempat.

"Wabah virus corona sangat berbahaya sehingga pencegahannya harus dilakukan bersama semua elemen warga di Kabupaten Mamberamo Tengah," ujarnya.

Hingga Sabtu, sesuai data Satgas Pencegahan COVID-19 Pemprov Papua, delapan orang dinyatakan sebagai pasien dalam pengawasan (PDP).

Baca juga: Mahasiswa Sorong buat cairan pembersih tangan, dibagikan ke masyarakat
Baca juga: Ada satu balita, di Papua PDP COVID-19 bertambah jadi lima orang

 
Pewarta : Muhsidin
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020