Warga diminta tingkatkan waspada bencana alam hadapi cuaca ekstrem

Warga diminta tingkatkan waspada bencana alam hadapi cuaca ekstrem

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak, Provinsi Banten Kaprawi. Ia meminta masyarakat Kabupaten Lebak meningkatkan kewaspadaan bencana alam menghadapi cuaca ekstrem yang ditandai hujan deras disertai angin kencang. (FOTO ANTARA/HO-BPBD Lebak)

Lebak (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lebak, Provinsi Banten meminta masyarakat setempat meningkatkan kewaspadaan bencana alam menghadapi cuaca ekstrem yang ditandai hujan deras disertai angin kencang.

"Peringatan kewaspadaan itu untuk mengurangi risiko kebencanaan agar tidak menimbulkan korban jiwa," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lebak Kaprawi saat dihubungi di Lebak, Jumat.

Wilayah Kabupaten Lebak masuk daerah langganan bencana banjir dan tanah longsor jika curah hujan tinggi disertai angin kencang, karena terdapat perbukitan, pegunungan dan aliran sungai.

Saat ini, curah hujan cenderung meningkat dengan intensitas lebat, sedang dan ringan sehingga berpotensi menimbulkan bencana alam.

Bahkan, curah hujan di kawasan kaki Gunung Halimun Salak di Kecamatan Lebak Gedong mengakibatkan terputusnya jembatan gantung juga amblesnya sejumlah jalan.

Karena itu, pihaknya meminta masyarakat di sana agar meningkatkan kewaspadaan bencana alam agar tidak menimbulkan korban jiwa.

"Jika hujan deras hingga berlangsung melebihi lima jam maka sebaiknya warga yang tinggal di kaki Gunung Salak Halimun mengungsi ke tempat yang lebih aman," katanya.

Ia mengatakan, BPBD Lebak menyiapkan peralatan evakuasi guna menyelamatkan masyarakat jika sewaktu-waktu terjadi bencana banjir dan longsor.

Peralatan evakuasi itu di antaranya perahu karet, pakaian pelampung, genzet, gas,kendaraan operasional dan alat berat.

Selain itu juga tenda, persediaan logistik dan obat-obatan agar tidak menimbulkan kerawanan pangan dan serangan penyakit juga melakukan koordinasi dengan instansi terkait.

"Kami di Posko Utama di Kantor BPBD selama 24 jam selalu siaga dengan piket bergantian petugas kebencanaan dan relawan sebanyak 20 orang," kata Kaprawi.

Sementara itu, sejumlah warga Cigobang Kecamatan Lebak Gedong Kabupaten Lebak bahwa masyarakat setempat secara gotong royong memperbaiki jembatan kecil yang terdampak ambles akibat hujan deras sepanjang Rabu (25/3).

Saat ini, kondisi jembatan kecil tersebut sudah kembali bisa dilintasi kendaraan roda dua dan roda empat, namun pengemudi harus hati-hati melintasi jalan itu.

"Kami dan warga di sini tetap waspada jika hujan deras disertai angin kencang, karena lokasinya berada di kawasan kaki Gunung Salak Halimun," kata Roni, warga Cigobang Kabupaten Lebak.
Pewarta : Mansyur suryana
Editor: Andi Jauhary
COPYRIGHT © ANTARA 2020