UI kembangkan ragam inovasi tangani wabah COVID-19

UI kembangkan ragam inovasi tangani wabah COVID-19

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI Prof. Dr. rer. nat. Abdul Haris. ANTARA/HO-Aspri

Depok (ANTARA) - Universitas Indonesia (UI) terus melakukan pengembangan riset dan inovasi guna membantu penanganan dan mitigasi pandemi COVID-19, antara lain dengan meluncurkan ragam inovasi dari bidang kesehatan serta sains dan teknologi dalam tiga pengembangan, yaitu pengembangan jangka pendek, menengah, dan jangka panjang.

Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI, Prof Dr rer. nat. Abdul Haris, dalam keterangan tertulisnya, Senin mengatakan UI membentuk tim multidisiplin yang melibatkan peneliti, dosen, ahli, dan rumah sakit yang dimiliki oleh UI untuk menghasilkan riset dan inovasi dalam mencegah, menekan laju persebaran, serta mengobati pasien COVID-19.

"Sejumlah inovasi telah diluncurkan beberapa waktu lalu, dan sebagian lagi tengah pada tahap pengembangan," kata Haris.

Baca juga: Kemenristek kucurkan Rp20 miliar untuk riset dan inovasi atasi corona
Baca juga: Jaksa Agung minta inovasi sidang via 'vicon' selama masa wabah corona


Mantan Dekan FMIPA UI ini mengatakan kegiatan penelitian yang dilakukan sivitas akademika UI didukung oleh dana riset dan inovasi UI senilai hampir Rp2 miliar sebagai bentuk tanggung jawab UI di dalam memberikan solusi nyata bagi masyarakat untuk menghentikan wabah COVID-19.

"Pengembangan riset dan inovasi jangka pendek fokusnya adalah pencegahan penyebaran COVID-19," katanya.

Sejumlah alat yang telah diluncurkan adalah pertama bilik disinfeksi berbasis ultraviolet untuk mencegah transmisi virus COVID-19 yang diciptakan oleh tim peneliti Fakultas Teknik UI (FTUI), Fakultas Kedokteran UI (FKUI), FMIPA, Sekolah Ilmu Lingkungan UI (SIL UI), RSUI, serta Research Center for Biomedical Engineering UI (RCBE UI).

Kedua, alat ultraviolet disinfeksi peralatan medis oleh gabungan Tim peneliti Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam UI (FMIPA UI), FKUI, RSUI, SIL UI, dan Indonesia Medical Education and Reseach Institute (IMERI). Dan saat ini tengah dalam penelitian dan pengembangan berupa Alat Pelindung Diri (APD) bagi tenaga medis karya inovatif dari FTUI, FKUI, dan RSUI.

Baca juga: Pertamedika IHC memulai inovasi untuk sistem pelacakan cepat COVID-19
Baca juga: Kemenperin sebut industri otomotif siap produksi ventilator


Pengembangan riset dan inovasi jangka menengah fokus dalam menekan laju persebaran COVID-19. Salah satu yang tengah diteliti dan dikembangkan adalah Instrumen Tes Cepat COVID-19 yang diciptakan oleh Tim peneliti FTUI, FKUI, dan RSUI.

Pengembangan riset dan inovasi jangka panjang fokus dalam menciptakan formulasi dan pengobatan COVID-19, yaitu Pengembangan Suplemen peningkatan imunitas tubuh untuk mencegah COVID-19 oleh gabungan Tim peneliti FTUI, FKUI, dan RCBE UI.

"Kami berharap dengan adanya dukungan dana yang UI berikan, penelitian dan inovasi ini dapat memberikan manfaat dan kontribusi nyata bagi penanggulangan pandemi global yang terjadi saat ini," katanya.

Baca juga: DPR ajak UMKM dan IKM maksimalkan kreatifitas guna memacu produksi APD
Baca juga: Pantau produksi APD, Bahlil kunjungi perusahaan peroleh izin edar
Baca juga: Pengusaha konveksi rumahan di Pondok Kelapa produksi APD
Pewarta : Feru Lantara
Editor: Budhi Santoso
COPYRIGHT © ANTARA 2020