Permintaan tembakau Temanggung dari perusahaan rokok besar turun

Permintaan tembakau Temanggung dari perusahaan rokok besar turun

Bupati Temanggung M. Al Khadziq. (ANTARA/Heru Suyitno)

Temanggung (ANTARA) - Permintaan dua pabrik rokok kretek besar yakni PT Djarum Kudus dan PT Gudang Garam Kediri terhadap tembakau Temanggung tahun ini turun, kata Bupati Temanggung M. Al Khadziq.

"Di tengah wabah Corona (COVID-19) ini, mereka tetap akan melakukan pembelian tembakau petani Temanggung, tetapi volumenya turun," kata Khadziq di Temanggung, Selasa.

Menjelang tanam tembakau seperti sekarang ini, biasanya tim dari Pemkab Temanggung berkunjung ke dua industri rokok kretek tersebut untuk menanyakan kuota pembelian tembakau mereka, namun karena sekarang tengah terjadi pandemi COVID-19, Bupati Temanggung menanyakannya melalui telepon.

"Kemarin saya menelpon Direktur Pembelian PT Djarum Kudus dan juga menelpon Direktur Umum PT Gudang Garam Kediri," katanya.

Baca juga: BAT kembangkan vaksin COVID-19 dari tanaman tembakau

Ia menyebutkan dari PT Djarum diperoleh jawaban bahwa Djarum tetap akan membeli tembakau dari petani Temanggung namun jumlah kuotanya akan menurun sekitar 20 persen dibanding tahun lalu atau hanya melakukan pembelian sekitar 3.500 ton saja.

Kemudian dari pihak PT Gudang Garam diperoleh jawaban bahwa di tengah wabah corona ini perusahaan rokok di Kediri itu juga tetap membeli tembakau dari petani Temanggung, namun belum diketahui pasti berapa penurunan kuota pembeliannya.

Pihak Gudang Garam masih melakukan penghitungan, yang jelas pembeliannya akan turun, tidak sebanyak tahun lalu, karena pasaran rokok kretek juga menurun akibat krisis corona ini.

Baca juga: Peneliti: Perlu kajian berbasis bukti untuk tentukan tarif cukai

Berdasar hal tersebut maka Bupati Temanggung minta petani perlu berhati-hati dalam menghadapi musim tembakau tahun ini.

"Jaga kualitas tembakau asli Temanggung dan jangan melakukan pembelian dari luar daerah, karena akan semakin mempersulit posisi petani tembakau asli Temanggung," katanya. 
Pewarta : Heru Suyitno
Editor: Budi Suyanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020