Basarnas Cilacap: Seorang petani diduga hilang di perkebunan Batulaya

Basarnas Cilacap: Seorang petani diduga hilang di perkebunan Batulaya

Personel Basarnas Kantor Pencarian dan Pertolongan Cilacap saat melakukan koordinasi sebelum diberangkatkan menuju Grumbul Semaya, Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Rabu (8/4/2020), untuk mencari seorang petani yang diduga hilang sejak hari Senin (6/4/2020). ANTARA/HO-KPP Cilacap

Cilacap (ANTARA) - Seorang petani diduga hilang di area perkebunan Batulaya, Desa Sunyalangu, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, kata Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP/Basarnas) Cilacap I Nyoman Sidakarya.

"Berdasarkan informasi yang kami terima tadi pagi dari saudara Ady Candra selaku Koordinator Tagana Kabupaten Banyumas, petani tersebut diketahui bernama Saniswan (67), warga Grumbul Semaya RT 04 RW 06, Desa Sunyalangu, Kecamatan Karanglewas, Banyumas," katanya di Cilacap, Rabu.

Baca juga: Praktik prostitusi anak di Kalibata berawal dari laporan orang hilang
Baca juga: Satu orang hilang dalam banjir bandang di Desa Lengkeka, Poso


Ia mengatakan Saniswan diketahui meninggalkan rumahnya pada hari Senin (6/4), sekitar pukul 13.30 WIB, untuk menuju sawah dan ladangnya yang berada di area perkebunan Batulaya.

Menurut dia, dua orang petani yang terdiri atas Heri, warga Grumbul Semaya RT 05 RW 06, dan Satinem, warga Grumbul Semaya RT 06 RW 06, mengaku sempat berpapasan dengan Saniswan saat mereka hendak ke ladang.

"Mereka sempat menyapa Pak Saniswan dengan menanyakan mau pergi ke mana. Pak Saniswan pun menjawab jika dia akan ke sawah dan ladangnya," kata Nyoman.

Ia mengatakan hingga hari Senin (6/4), pukul 18.30 WIB, Saniswan belum pulang ke rumah sehingga salah seorang anaknya, Mukron menanyakan keberadaan ayahnya kepada anggota keluarga yang lain.

Oleh karena tidak ada yang mengetahui keberadaan Saniswan, kata dia, pihak keluarga segera mencarinya ke sawah dan ladang namun hingga pukul 21.00 WIB, petani tersebut belum ditemukan.

Menurut dia, Uripah yang merupakan istri Saniwan pun segera melaporkan kejadian tersebut ke perangkat desa dan diteruskan ke instansi terkait lainnya yang ditindaklanjuti dengan upaya pencarian.

"Upaya pencarian sudah dilakukan oleh pihak keluarga beserta perangkat desa tersebut serta dibantu oleh Tagana dan Banser dengan menyisir tiga lokasi, yakni Grumbul Cibun, Bukit Munggangsari, dan area perkebunan Batulaya mulai dari batas desa hingga masuk ke hutan. Namun hingga saat ini, Pak Saniswan belum ditemukan," katanya.

Terkait dengan informasi dari Tagana Banyumas tersebut, Nyoman mengatakan pihaknya langsung memberangkatkan satu regu Basarnas KPP Cilacap menuju lokasi kejadian dengan dilengkapi peralatan navigasi darat dan pendakian gunung (mountaineering).

Menurut dia, personel Basarnas KPP Cilacap akan bergabung dengan potensi SAR lainnya yang telah berada di lokasi kejadian untuk menggelar operasi pencarian dan pertolongan (operasi SAR).

"Oleh karena saat sekarang sedang ada pandemi virus corona atau COVID-19, tim SAR gabungan yang melakukan pencarian tetap menggunakan alat pelindung diri (APD) lengkap seperti masker dan sarung tangan," katanya.

Ia mengatakan tim SAR gabungan tersebut terdiri atas personel Basarnas KPP Cilacap, Polsek Karanglewas, Koramil Karanglewas, BPBD Kabupaten Banyumas, Tagana Banyumas, Pramuka Peduli Kwarcab Banyumas, Banser, Pemuda Pancasila, RAPI, serta dibantu perangkat Desa Sunyalangu dan warga sekitar. 

Baca juga: Ratusan masker hilang di Cianjur, Tiga orang diperiksa polisi
Baca juga: Basarnas: Delapan orang hilang saat memancing di Manokwari
Pewarta : Sumarwoto
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2020