Nucleus Farma bantu suplemen untuk RSD Wisma Atlet

Nucleus Farma bantu suplemen untuk RSD Wisma Atlet

Penyerahan bantuan bagi Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran. (ANTARA/HO/Nucleus Farma)

Jakarta (ANTARA) - PT Natura Nuswantara Nirmala (Nucleus Farma) membantu suplemen dan obat-obatan untuk penyembuhan pasien corona (COVID-19) yang dirawat di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran Jakarta.

"Kami memberikan bantuan suplemen Super Potent Antioxydant (SPA) yang telah mendapat sertifikat dari Food Drug Administration (FDA) Amerika Serikat," kata CEO Nucleus Farma, Edward Basilianus dalam siaran persnya, Rabu.

Bantuan diberikan langsung kepada Dr dr Ina Rosalina Dadan, Sp.A(K), M.Kes, MH.Kes, selaku Direktur Pelayanan Kesehatan Tradisional Kementerian Kesehatan.

Ina menyampaikan ucapan terima kasih atas kepedulian Nucleus Farma untuk turut serta mengatasi pandemi COVID-19 di Indonesia.

Dia berharap bantuan tersebut dapat membantu proses penyembuhan pasien COVID-19. Selanjutnya bantuan obat-obatan tersebut akan disalurkan ke Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta Pusat.

Baca juga: DKI Jakarta perpanjang PSBB
Baca juga: MRT Jakarta kembali tutup dua stasiun


Edward Basilianus mengatakan, sebagai produsen obat modern alami (natural medicine) Nucleus Farma terpanggil untuk ikut berkontribusi dalam mengatasi pandemi dengan membantu obat-obat modern alami buatan Indonesia.

Obat alami yang dimaksud karena di dalamnya menggunakan ekstrak Ikan gabus (Channa striata), ekstrak temulawak (Curcuma xanthorrizha) dan ekstrak daun kelor (Moringa oleifera).

Ketiga kandungan tersebut, menurut Edward Basilianus, sudah biasa dimanfaatkan masyarakat Indonesia sebagai obat tradisional alami.

"Kandungannya dapat membantu proses pembentukan albumin dalam tubuh dan meningkatkan imunitas tubuh secara cepat, sehingga mempercepat pemulihan pasien,” kata dia.

Pembentukan albumin dalam tubuh penting sekali bagi pasien COVID-19, karena berdasarkan artikel yang dipublikasikan oleh www.thelancet.com dari Inggris, infeksi virus corona dapat menyebabkan penyakit pernapasan yang parah seperti pneumonia dan bahkan fatal seperti sindrom gangguan pernapasan akut.

Baca juga: 11 sekolah di Jaksel disiapkan untuk penanganan COVID-19

Kondisi tersebut terutama terjadi pada pasien berusia lanjut maupun pasien yang memiliki penyakit penyerta seperti hipertensi, infeksi bakteri maupun perokok.

Pasien yang mengalami pneumonia mengalami penurunan albumin sebesar 90 persen dari nilai normalnya. Hal ini mengakibatkan tubuh mengalami kondisi malnutrisi dikarenakan jumlah albumin sebagai transporter berbagai senyawa seperti vitamin, mineral, bilirubin serta obat-obatan tidak cukup.

Obat berikutnya mengandung lima senyawa aktif, yakni jintan hitam/Habbatussauda (Nigella sativa), daun jambu biji (Psidium guajava), pegagan (Centella asiatica), temulawak (Curcuma xanthorriza) dan bekatul beras merah (Oryza sativa).

Kelima senyawa aktif tersebut sesuai dengan yang rekomendasikan Guru Besar Biologi Molekuler Universitas Airlangga, Profesor Chaerul Anwar Nidom karena terbukti mampu meningkatkan sistem imunitas tubuh.
Pewarta : Ganet Dirgantara
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020