Manahati Lestusen ngabuburit dengan bantu istri memasak

Manahati Lestusen ngabuburit dengan bantu istri memasak

Dokumentasi - Pesepak bola timnas Thailand Supachai Chaideo (kiri depan) berebut bola dengan pesepak bola Timnas Indonesia Manahati Lestusen (kanan depan) saat pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2022 Grup G Zona Asia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Selasa (10/9/2019). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/hp.

Jakarta (ANTARA) - Pemain klub Tira Persikabo Manahati Lestusen mengatakan, di bulan puasa, kegiatan menunggu waktu berbuka puasa (ngabuburit) favoritnya adalah membantu sang istri memasak.

“Saya biasanya membantu istri memasak makanan untuk berbuka,” ujar Manahati ketika dihubungi Antara dari Jakarta, Minggu.

Pesepak bola berusia 26 tahun tersebut mengaku tidak terlalu memilih-milih makanan kala bulan puasa.

Semua makanan dinilainya enak asalkan itu buatan sang istri, Riyana Kumalasari.

“Saya memakan apa saja yang dibuat makanannya istri saya,” kata Manahati.

Bisa berkumpul bersama istri dan anak menjadi hikmah tersendiri bagi Manahati di bulan puasa tahun 2020, yang berlangsung di tengah pandemi penyakit virus corona (COVID-19).

Liga 1 dan 2 Indonesia 2020 pun terpaksa diliburkan sementara akibat pandemi tersebut.

Baca juga: PSSI akan hentikan liga 1-2 apabila status darurat corona diperpanjang

Sebelumnya, pesepak bola yang mampu mengisi posisi gelandang bertahan dan bek ini banyak melewatkan bulan Ramadhan dengan berlatih juga bertanding bersama rekan-rekannya di klub.

Selain menikmati puasa dengan keluarga, ada hal lain yang bisa dilakukannya dengan bebas, tidak seperti kala kompetisi masih bergulir. Hobi ini dilakukan di sela-sela rutinitas berlatih di rumah.

“Saya biasa bermain gim ‘online’,” kata Manahati.

Pandemi COVID-19 memengaruhi hampir semua lini kehidupan masyarakat, termasuk sepak bola. Serangan virus yang merusak organ pernapasan itu membuat Liga 1 dan 2 Indonesia harus berhenti sementara.

Baca juga: PSSI wacanakan tes COVID-19 untuk tim Liga 1-2

Selama puasa, demi menekan penyebaran virus, pemerintah mengimbau umat muslim untuk sholat tarawih di rumah.

Pemerintah juga mengeluarkan larangan mudik pada bulan Ramadhan, atau masa puasa, dan Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriah yang diberlakukan mulai Jumat (24/4).

Larangan mudik tersebut yaitu tidak memperbolehkan penggunaan transportasi umum, kendaraan pribadi dan sepeda motor untuk masuk juga keluar wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek), daerah yang tengah menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) serta zona merah virus corona.

Baca juga: Manahati janji jaga sikap usai kembali perkuat timnas

Baca juga: Tira Persikabo hentikan program latihan untuk sementara waktu

Pewarta : Michael Siahaan
Editor: Junaydi Suswanto
COPYRIGHT © ANTARA 2020