Balitbangtan terus diseminasi hasil penelitian di tengah pandemi

Balitbangtan terus diseminasi hasil penelitian di tengah pandemi

Bimbingan teknologi (bimtek) jeruk dan buah subtropika yang diikuti 979 peserta dari seluruh provinsi di tanah air digelar Balitbantan Kementerian Pertanian melalui vidio konferensi di tengah pandemi COVID-19. ANTARA/HO-Balitbangtan Kementerian Pertanian/aa.

Jakarta (ANTARA) - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balibangtan) Kementerian Pertanian terus melakukan diseminasi atau pengenalan hasil-hasil penelitian lembaga tersebut ke masyarakat di tengah pandemi virus corona atau COVID-19 saat ini.

Salah satu bentuk diseminasi hasil Balibangtan yakni bimbingan teknologi (bimtek) jeruk dan buah subtropika yang diikuti 979 peserta dari seluruh provinsi di tanah air.

Kepala Balitbangtan Fadjry Djufry menyatakan bahwa di tengah pandemi COVID-19 ini kegiatan penelitian dan diseminasi tidak boleh berhenti dan harus terus dihilirkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

"Pemanfaatan teknologi Industry 4.0 misalnya penggunaan video conference merupakan pilihan yang tepat pada kondisi saat ini," ujarnya melalui keterangan tertulis di Jakarta, Senin.

Bimtek yang digelar hingga 15 Mei 2020 dan dilaksanakan melalui vidio konferensi itu merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Balitjestro Innovation Technology Expo (BITE) 2020.

BITE 2020 yang digelar 4 tahun sekali merupakan wadah untuk mengenalkan hasil-hasil penelitian dan teknologi jeruk dan buah subtropika, selain itu, juga dirancang sebagai sarana akselerasi diseminasi inovasi teknologi dan mendekatkan teknologi ke pengguna.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) melalui Balai Penelitian Tanaman Jeruk dan Buah Sub Tropika (Balitjestro) Kementerian Pertanian itu mendiseminasikan hasil-hasil penelitian dan pengembangan tanaman jeruk, stroberi, lengkeng dan anggur.

Kepala Balitjestro Harwanto mengatakan, peserta bimtek tidak hanya dari dalam negeri tetapi juga mancanegara seperti dari Jepang dan Belanda.

"Pesertanya berlatar belakang berbeda-beda, antara lain peneliti, penyuluh, akademisi dan praktisi di bidang pertanian lainnya," tuturnya.

Pada sesi terahir bimtek akan dipaparkan pemasaran online sebagai penerapan teknologi 4.0 oleh perusahaan start up yang bergerak di bidang hasil pertanian.

Salah satu peserta bimtek dari Kabupaten Batang, Isnen Ambar Santosa, mengatakan bahwa materi sangat bermanfaat, khususnya bagi para petani jeruk.

"Ke depannya, acara seperti ini sebaiknya rutin dilakukan untuk berbagi ilmu kepada masyarakat," katanya.

Baca juga: Balitbangtan salurkan 1,3 ton benih jagung hibrida untuk petani Bone
Baca juga: Bimtek Balitbangtan dongkrak produktivitas kakao Sultra
Pewarta : Subagyo
Editor: Royke Sinaga
COPYRIGHT © ANTARA 2020