Pamit, McD Sarinah jadi saksi peristiwa dari kerusuhan hingga teror

Pamit, McD Sarinah jadi saksi peristiwa dari kerusuhan hingga teror

Dokumentasi - Sejumlah konsumen menikmati sarapan pagi dalam kegiatan Hari Sarapan Nasional di Restauran Siap Saji McDonald's, Sarinah, Jakarta. NTARA FOTO/Teresia May/Rei/pd/pri.

Jakarta (ANTARA) - Setelah hampir 30 tahun menempati salah satu sudut ikon bersejarah di Jakarta, Gerai pertama McDonald's di Indonesia di pusat pembelanjaan Sarinah, Jalan Thamrin, Jakarta Pusat, harus mengucapkan selamat tinggal kepada pelanggannya karena akan ditutup permanen mulai Minggu (10/5).

Gerai perdana McDonald's di Indonesia itu terpaksa ditutup atas permintaan manajemen gedung Sarinah melalui suratnya yang diterima McDonald's Indonesia pada Jumat (1/5).

Manajemen gedung Sarinah akan merenovasi dan mengubah strategi bisnis pada bangunan milik pemerintah tersehut, kata McDonald's Indonesia dalam pernyataan resminya di Jakarta, Kamis malam (7/5).

McDonald's akan secara resmi menutup gerainya di Sarinah Thamrin mulai Minggu, 10 Mei 2020 pukul 22.05 WIB.

"Bagi kami McDonald’s Thamrin adalah flagship store yang menjadi tonggak sejarah kehadiran McDonald’s di Indonesia. Namun bagi jutaan konsumen McDonald’s yang pernah singgah di restoran kami tersebut, McDonald’s Sarinah Thamrin adalah kenangan indah yang telah menciptakan jutaan momen berharga dan tak terlupakan," ujar Michael Hartono, Direktur Marketing Communications, Digital dan CBI McDonald’s Indonesia.

Menurut Michael Hartono, banyak konsumen yang memiliki pengalaman pertama bersama McDonald’s di Sarinah Thamrin dan sekarang mewariskan pengalaman itu kepada anak-anak mereka dengan tetap menjadi pelanggan setia McDonald’s Sarinah Thamrin.

Dengan letaknya di salah satu perempatan jalan terbesar kawasan Thamrin, Jakarta, Mcdonald' Sarinah pun tak elak menjadi saksi bisu berbagai peristiwa di ibukota, mulai dari terendam banjir, serangan teror bom, hingga kerusuhan massa.

Pada 2013 lalu, kawasan perbelanjaan Sarinah diterjang banjir hingga selutut orang dewasa. Banjir kala itu merupakan kali pertama setelah lamanya kawasan ring satu Jakarta tersebut tidak dilanda tingginya genangan air.

Hujan deras yang melanda Jakarta pada awal tahun 2020 juga tidak luput menjadikan halaman Mcd Sarinah salah satu kawasan yang terendam sehingga membuat aktivitas perbelanjaan hampir lumpuh.

Pada 14 Januari 2016, Mcdonald's Sarinah juga menjadi saksi bisu teror bom di Thamrin. Sekitar pukul 10.30 WIB hari itu, bom pertama meledak di gerai Starbucks Gedung Cakrawala, gedung yang letaknya berseberangan dengan gerai Mcdonald's Sarinah.

Selang 20 menit setelah bom pertama meledak, giliran pos polisi Sarinah yang diserang bom. Ledakan itu menewaskan tiga orang teroris serta melukai satu orang polisi. Baku tembak pun terjadi antara komplotan teroris dan polisi. Akibatnya, restoran harus tutup saat peristiwa berlangsung. Sejumlah pegawai Mcd Sarinah hingga para warga dirundung trauma atas kejadian tersebut.

Gerai Mcdonald's pertama di Indonesia yang terletak tidak jauh dari peristiwa bom Thamrin itu akhirnya kembali dibuka sehari kemudian pada 15 Januari 2016.

Kengerian pun terulang pada 22 Mei 2019 di mana aksi unjuk rasa di Bawaslu, yang juga terletak di seberang Mcdonald's Sarinah terjadi dan berujung pada kerusuhan-.

Pasukan antihuru-hara gabungan TNI-Polri disiapkan, sementara massa baku hantam menyerang polisi dengan menggunakan batu dan petasan. Pelataran Sarinah juga dirangsek, hingga akhirnya font merah BUMN tersebut hanya tertanggal "inah".

McDonald’s pertama kali dibuka di Sarinah Thamrin pada 14 Februari 1991 dan menjadi restoran McDonald’s pertama di Indonesia. Ditutupnya restoran tersebut pun berhasil membuat warga net berduka sejak Kamis (7/5) malam.

Tagar Mcd Sarinah hingga kini bertengger menjadi trending di akun twitter dengan 25,8 ribu cuitan yang dibagikan warga net.

Baca juga: Hal-hal yang bikin kangen di McD Sarinah
Baca juga: Alasan gerai pertama McDonald's Indonesia ditutup permanen

 
Pewarta : Mentari Dwi Gayati
Editor: Ahmad Wijaya
COPYRIGHT © ANTARA 2020