Lantamal VI budi daya lobster-ikan laut dukung ketahanan pangan

Lantamal VI budi daya lobster-ikan laut dukung ketahanan pangan

Prajurit Lantamal VI melakukan budidaya lobster dan ikan laut untuk mendukung program pemerintah dalam meningkatkan ketahanan pangan. ANTARA/HO/Lantamal VI

Makassar (ANTARA) - Prajurit Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut VI (Lantamal) mengembangkan lahan perikanannya dengan budi daya lobster dan ikan laut dalam mendukung upaya pemerintah pada program ketahanan pangan.

Komandan Detasemen Markas (Dandenma) Lantamal VI Letkol Laut (P) Andik Putro Wibowo di Makassar, Selasa, mengatakan banyak potensi yang bisa dimaksimalkan dalam menjaga ketahanan pangan salah satunya budi daya.

"Kita kembangkan apa yang bisa dikembangkan dan potensial. Setelah perkebunan, pertanian, sekarang kita juga kembangkan budi daya lobster dan ikan laut untuk mendukung program ketahanan pangan pemerintah," ujarnya.

Baca juga: Lantamal VI siapkan lahan pembibitan sayur mayur dukung pemerintah

Baca juga: Lantamal VI perluas pembukaan lahan perkebunan antisipasi COVID-19


Ia mengatakan, budi daya ikan keramba jaring apung diawali dengan pemasangan jaring keramba dan penarikan keramba dengan speed boat ke posisi tempat budidaya di tengah kolam breakwater Lantamal VI.

Letkol Andik menerangkan salah satu unit keramba sudah digunakan untuk pembesaran lobster yang nantinya akan dikembangbiakkan untuk mendukung ketahanan pangan dari sektor maritim.

"Sudah ada puluhan lobster di satu keramba dalam proses pembesaran. Lobster yang dibudidayakan ini juga merupakan bibit unggul yang nantinya akan dibudidayakan," katanya.

Baca juga: "Tiktok" cuci tangan cegah COVID-19 digelar Lantamal VI dan Pramuka

Selain budi daya lobster, tiga keramba jaring apung lainnya juga akan diisi jenis ikan laut seperti kerapu dan kakap. "Sekarang tiga keramba masih dalam proses pemasangan jaring, nantinya akan ditambahkan lagi ikan maupun lobsternya," terangnya.

Letkol Andik menambahkan pihaknya juga sudah membuka lahan budi daya ikan tawar lainnya di Baddoka dan Pannampu, serta lahan perkebunan dan pertanian lainnya.
Pewarta : Muh. Hasanuddin
Editor: Endang Sukarelawati
COPYRIGHT © ANTARA 2020