Lady Gaga tunda perayaan album "Chromatica" akibat peristiwa Minnesota

Lady Gaga tunda perayaan album

Lady Gaga mengenakan bandana dan visor karya desainer Indonesia Rinaldy A Yuniardi (Instagram/@rinaldyyunardi)

Jakarta (ANTARA) - Penyanyi Lady Gaga memutuskan untuk menunda pesta pemutaran album terbarunya yang berjudul "Chromatica" akibat serangkaian kejadian termasuk aksi unjuk rasa di Minnesota, Amerika Serikat.

Dilansir AceShowbiz, Sabtu, Lady Gaga sebelumnya dijadwalkan akan memandu pesta pemutaran album "Chromatica" bersama penggemarnya secara online.

Namun dia menundanya karena kondisi yang masih kurang kondusif akibat adanya protes terhadap kematian pria Afrika-Amerika George Floyd, yang meninggal di tangan petugas polisi kulit putih pada hari Senin, 25 Mei 2020 lalu.

Baca juga: "Sour Candy", lagu BLACKPINK dan Lady Gaga hadir 29 Mei

Baca juga: Lady Gaga akhirnya umumkan tanggal rilis album "Chromatica"


"Aku akan menunda sesi mendengarkan kita sekarang dan mendorong kalian semua meluangkan waktu untuk mendaftarkan diri, untuk memilih dan mengumpulkan suaramu," ujar Lady Gaga.

"Aku sangat senang album ini dapat membawakan kegembiraan, karena itulah yang selalu aku inginkan. Kami akan menjadwalkan ulang ini segera," sambungnya.

Pernyataan Lady Gaga itu juga keluar beberapa jam setelah Taylor Swift mengutuk keras kicauan Donald Trump di Twitter mengenai aksi penjarahan yang terjadi di Amerika saat ini.

Pada Kamis malam lalu waktu setempat, pengunjuk rasa membakar sebuah kantor polisi, sementara Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikecam keras karena mengunggah cuitan yang mengancam para aktivis dan pengunjuk rasa dengan tindakan tegas dari aparat keamanan.

Baca juga: Lagu kolaborasi Lady Gaga dan BLACKPINK "Sour Candy" rilis hari ini

Baca juga: Lady Gaga kolaborasi bareng Ariana Grande di lagu "Rain on Me"

Baca juga: Data pribadi diretas, Lady Gaga tolak bayar tebusan
Pewarta : Yogi Rachman
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
COPYRIGHT © ANTARA 2020