Solo (ANTARA News) - Baku tembak antara polisi dengan orang yang diduga teroris di sebuah rumah di Kampung Kepoh Sari, Kelurahan Mojosongo, Kota Surakarta, hingga Kamis dini hari pukul 01:30 WIB masih terus berlangsung.

Wartawan ANTARA dari lokasi kejadian melaporkan, suara tembakan senjata api masih terus terdengar dengan target sebuah rumah di pinggir jalan lingkar (ring road) Mojosongo itu.

Dari jarak sekitar 300 meter, baku tembak antara polisi dengan penghuni rumah terdengar cukup jelas. Suasana mencekam amat terasa, apalagi lokasi kejadian gelap gulita akibat listrik padam.

Menurut warga setempat, suara baku tembakan berlangsung sudah sejak Rabu (16/9) sekitar pukul 22:30 WIB. Sejak baku tembak terjadi, warga setempat hingga sekarang dilarang mendekat di lokasi kejadian.

Suasana di Desa Kepoh Sari sejak Rabu malam hingga saat ini masih mencekam. Warga sekitar rumah sasaran yang sebelumnya dievakuasi, kini banyak yang ikut menyaksikan penggerebekan rumah dari jarak sekitar 300 meter.

Sejumlah aparat kepolisian dari Poltabes dan Polwil Surakarta kelihatan berjaga-jaga dan ikut mengepung di sekitar lokasi kejadian.

Warga di sekitar kejadian telah dievakuasi ke tempat yang aman sejak Rabu (16/9) pukul 23:00 WIB.

Kini warga mulai berdatangan ingin menyaksikan peristiwa penggerebekan yang diduga merupakan tempat persembunyian teroris.

Pasukan Brimob Surakarta didatangkan ke lokasi kejadian sekitar pukul 01:00 WIB, disusul sebuah mobil pemadam kebakaran yang siaga penuh di sekitar lokasi.

Menurut warga setempat, rumah yang menjadi sasaran aparat itu memang biasa dikontrakkan sehingga penghuninya selalu berganti-ganti.

Meski demikian, hingga sekarang belum diketahui siapa penghuni rumah yang sekarang dikepung polisi.

Penggerebekan di Mojosongo ini mengingatkan peristiwa serupa di rumah Muhdjahri, Desa Kedu, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, yang berakhir dengan tewasnya Ibrohim, Agustus lalu. (*)

Pewarta:
Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2009