43 desa/kelurahan di Gorontalo dan Bone Bolango terdampak banjir

43 desa/kelurahan di Gorontalo dan Bone Bolango terdampak banjir

Warga melintasi jalan yang tergenang banjir untuk mengungsi ke tempat yang lebih tinggi di Kota Timur, Kota Gorontalo, Gorontalo, Kamis (11/6/2020) malam. (ANTARAFOTO/Adiwinata Solihin)

Gorontalo (ANTARA) - Sebanyak 43 desa/kelurahan di Kota Gorontalo dan Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, sejak Kamis (11/6) terdampak banjir menurut Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.

Kepala BPBD Provinsi Gorontalo Sumarwoto pada Jumat mengatakan bahwa banjir meliputi desa-desa di Kecamatan Suwawa, Suwawa Timur, Suwawa Tengah, Kabila, Suwawa Selatan, Suwawa Tengah, Bone, dan Botupingge di Kabupaten Bone Bolango.

Selain itu banjir meliputi wilayah Kelurahan Bugis, Ipilo, Padebuolo, Talumolo, Tenda, dan Botu di Kota Gorontalo dan berdampak pada ribuan warga yang bermukim di wilayah tersebut.

Menurut data BPBD, banjir berdampak pada 5.250 orang di Kelurahan Bugis, 2.358 orang di Kelurahan Ipilo, 400 orang di Kelurahan Padebuolo, 750 orang di Kelurahan Talumolo, 4.010 orang di Kelurahan Tenda, dan 1.000 orang di Kelurahan Botu.

Banjir yang terjadi akibat luapan air Sungai Bone tersebut membuat sebagian warga mengungsi ke tempat-tempat pengungsian yang disediakan oleh pemerintah.
 
Warga Kota Gorontalo membersihkan rumah pada Jumat (12/6), setelah banjir surut. (ANTARA/Debby Mano)


Pada Jumat siang, banjir mulai surut dan sebagian pengungsi telah kembali ke rumah untuk membersihkan rumah dari lumpur bekas banjir.

"Kami belum bisa membersihkan rumah dengan maksimal, karena air PDAM tidak jalan. Jadi kemungkinan malam ini masih akan kembali ke pengungsian," kata Indriani, seorang warga Gorontalo.

Ia menambahkan, sebagian warga masih khawatir banjir susulan datang karena langit kembali mendung.

Baca juga:
Rumah dan fasilitas umum di Bone Bolango diterjang banjir
BPBD salurkan 2.000 bungkus makanan bagi korban banjir Gorontalo
Pewarta : Debby H. Mano
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2020