Kasus COVID-19 kembali meningkat, Nasdem DKI: Tak perlu berpolemik

Kasus COVID-19 kembali meningkat, Nasdem DKI: Tak perlu berpolemik

Petugas Puskesmas Duren Sawit melakukan tes swab terhadap pedagang di Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur, Jumat (29/5/2020). ANTARA/HO-Kominfotik Jaktim/am.

Jakarta (ANTARA) - Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta menyatakan masyarakat tak perlu berpolemik terkait peningkatan kembali kasus COVID-19 di ibu kota.

"Saya mengharapkan masyarakat termasuk para tokoh tidak perlu berpolemik, lebih baik dari diri sendiri saja kita menjaga hidup sehat," kata Ketua Fraksi Nasdem DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat.

Namun demikian, kata Wibi, DKI Jakarta dan pemerintah di Indonesia secara umum harus memperbaiki mengenai pengumpulan data.

Baca juga: Pasar Serdang tutup sementara mulai Senin depan
Baca juga: Jakarta Timur berlakukan akses satu pintu pasar tradisional


Menurut politisi muda Nasdem ini, selama ini data terkesan dicicil untuk diterbitkan. Termasuk hasil lab yang meskipun ada beberapa orang diperiksa, hasilnya bisa esoknya atau bahkan tiga hingga empat hari setelah tes.

"Kami akan melakukan pengecekan data apakah pusat atau daerah karena masih ada problem mengenai pengumpulan data," katanya.

Jumlah kumulatif kasus positif di wilayah DKI Jakarta sebanyak 8.628 kasus. Dari jumlah tersebut, 3.781 orang dinyatakan telah sembuh, sedangkan 560 orang meninggal dunia.

Sebanyak 1.424 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit dan 2.863 orang melakukan "self isolation" di rumah.
Pewarta : Ricky Prayoga
Editor: Sri Muryono
COPYRIGHT © ANTARA 2020