Cuaca buruk, kendala Tim SAR mencari nelayan hilang di Selat Sunda

Cuaca buruk, kendala Tim SAR mencari nelayan hilang di Selat Sunda

Tim evakuasi nelayan yang hilang di Perairan Selat Sunda memberikan keterangan pers. (ANTARA)

Pandeglang (ANTARA) - Cuaca buruk menjadi kendala Tim SAR saat mencari nelayan yang hilang di Selat Sunda sehingga pencarian pada Senin dihentikan, namun akan dilanjutkan pada Selasa (23/6).

"Kita hentikan pencarian nelayan yang hilang itu hingga sore karena gelombang tinggi disertai angin kencang dan hujan deras," kata Kasi Operasi Basarnas Banten Heru di Pandeglang, Senin.

Tim itu berupa gabungan personel dari Basarnas Banten, Jakarta, Lampung, Lanal Banten, Polairud, KSOP Banten, TNI AL, ASDP Merak, dan SAR.

Pencarian terhadap tujuh nelayan itu, belum membuahkan hasil karena cuaca buruk melanda perairan Selat Sunda.

Baca juga: Tim gabungan cari tujuh nelayan Pandeglang, kerahkan 12 kapal

Saat ini, tim gabungan sudah kembali ke Pantai Labuan, sedangkan pencarian akan dilanjutkan pada Selasa (23/6).

Pencarian nelayan tersebut telah berlangsung empat hari setelah kecelakaan KM Puspita Jaya yang ditumpangi 16 nelayan. Mereka yang selamat sembilan orang, sedangkan nelayan yang masih dalam pencarian tujuh orang.

Berdasarkan informasi dari mereka yang selamat, tujuh nelayan berenang ke Pulau Panaitan, namun berdasarkan arus air dipastikan menuju Pulau Sumatera. Kecelakaan laut menimpa nelayan itu di sekitar Pulau Panaitan menuju Pulau Rakata.

"Kami berharap nelayan itu ditemukan dalam kondisi selamat," katanya.

Sebanyak tujuh nelayan yang belum ditemukan, yakni Jamal (25), Suri (50), Tastirah (50), Sancan (35), Boler (30), Rasmin (30), dan Joni (30).

Baca juga: Basarnas : Korban tenggelam di perairan Lamakera belum ditemukan
Baca juga: Basarnas: Tiga nelayan hilang di Nias Selatan-Sumut ditemukan selamat
Pewarta : Mansyur suryana
Editor: M. Hari Atmoko
COPYRIGHT © ANTARA 2020